Para Penantang Ahok

Oleh: Axtea 

Pilkada DKI 2017, akan diselenggarakan pada tahun depan, namun magnit dan gaungnya sudah membahana saat ini, gegara seksinya posisi Gubernur DKI, dengan petahana Gubernur Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, yang fenomenal dan penuh kontroversi ini. Pilkada ini tentu saja menjadi ajang uji coba bagi parpol untuk mengusung jagoannya masing-masing baik dari calon internal partainya maupun profesional, karena hasilnya dipercaya bisa dijadikan barometer untuk Pilpres 2019 yang akan datang.

Menurut hasil survey dan pantauan para pengamat, petahana Ahok, memiliki elektabilitas yang tinggi 43 persen menurut CSIS, sehingga masing2 parpol harus benar2 memiliki calon yang mempunyai elektabilitas yang cukup untuk bisa bersaing di Pilkada DKI 2017 yang dikenal sangat keras ini. Dari banyaknya cagub yang siap menantang Ahok, ada tujuh kandidat yang diperkirakan berbobot dan layak bersaing yakni.

1.   Yusril Ihza Mahendra Yusril, Ketua Umum PBB, Pakar Hukum Tata Negara,  telah memproklamirkaan keinginannya maju dilgub 2017, di HUTnya ke 60 di Hotel Bidakara Jakarta, 6 Pebruari 1016, menyatakan sudah ada beberapa partai yang menawarkan dukungan padanya antara lain : PKB, PPP, PAN, Golkar, dan Gerindra. Demokrat dan PKS juga sedang dijajaki.

2.   Desy Ratnasari Fraksi PAN, dikabarkan akan mengusung kadernya sendiri yang mantan artis kondang yakni Desy Ratnasari. Desy sendiri menanggapi pencalonannya dengan malu2 dan berujar : “Pilkada DKI masih lama, dan para pimpinan partai, masih menggodok kriteria bagi cagub DKI Jakarta ini”, kata Desy di Jakarta, 1 Pebruari 2016.

3.   Adhyaksa Dault

Adhyaksa, Ketua Kwartir Nasional, Pramuka, mantan Menpora di era SBY, menyatakan “siap maju untuk menantang Ahok di di Pilkada 2017 nanti, karena yakin peluang menang masih terbuka lebar, meskipun hingga saat ini belum ada partai”, ujarnya di Istana Kepresidenan, 5 Pebruari 2016. Adhyaksa mengaku telah melakukan komunikasi dengan beberapa parpol seperti PKS dan PAN.

4.   Ridwan Kamil

Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, adalah Walikota Bandung, yang prestasi cemerlangnya tampak nyata terlihat di wajah kota Bandung terkini setelah dipolesnya sejak dilantik sebagai Walikota Juni 2013 lalu. “Saya belum mau pikirkan, nanti saya akan jawab di waktu yang tepat, kalo warga Bandung rela saya ke Jakarta, berarti mereka tidak membutuhkan saya”, ujarnya di Balai Kota Jakarta, 22 Januari 2016. TIga partai telah siap mendukung pencalonan kang Emil, yakni Gerindra, PDIP dan PKS.

5.   Tri Rismaharini Tri

Rismaharini, yang akrab dipanggil Risma, juga dianggap layak dipertimbangkan dalam kontestasi Pilgub 2017, karena kinerjanya yang kinclong selama menjadi Walikota Surabaya, sehingga membuat PDIP meliriknya untuk digadang sebagai penantang Ahok.  Namun demikian Risma menolak wacana ini karena ingin mengurus Surabaya menjadi lebih baik, ketimbang mencalonkan sebagai gubernur di ibukota.  Risma merasa masih banyak PR di Surabaya yang harus diselesaikan, dan tidak mau menghianati warga yang sudah memilihnya. “Hahaha… ndklah”, ujar Risma di sela Rakernas PDIP, di Jakarta, 12 Januari 2016.  

6.   Sandiaga Uno

Sandiaga Uno, sosok pengusaha sukses adalah kader dan Pengurus DPP Gerindra yang diusung langsung oleh Ketua Pembina Gerindra Prabowo Subianto, yang disampaikan pada HUT Gerindra 8 Pebruari 2016. Sandiaga Uno sendiri dikabarkan sempat menemui Fraksi PKS di DPR untuk meminta dukungan terkait pencalonan dirinya sebagai Cagub DKI Jakarta 2017.

7.   M Nurdin Abdullah

M Nurdin Abdullah, adalah petahana Bupati Bantaeng, Sulsel, yang dikenal dengan tangan dinginnya telah merubah kota Bantaeng, dari kota semak belukar menjadi kota modern dan ditargetkan menjadi Singapura nya Indonesia. Memang hingga saat ini belum ada satu parpolpun yang siap mengusung Nurdin, namun sebagai salah satu birokrat terbaik negri ini, dimana dinamika politik yang pergerakannya sangat cepat, bisa saja berubah dan salah satu parpol mengusung Nurdin untuk maju di Pilgub DKI Jakarta 2017 nanti.

Ahok sendiri menanggapi banyaknya cagub yang berkualitas yang siap menantangnya dengan santai, berpendapat bahwa “semakin banyak semakin bagus dan Jakarta akan diuntungkan, karena mempunyai banyak pilihan serta percaya bahwa rakyat Jakarta sudah cerdas dalam menilai calon Gubernur” ujar Ahok di Balaikota, 1 Pebruari 2016.  Ahok “menduga para penantangnya mau maju karena menganggap dirinya tak layak lagi menjadi Gubernur Jakarta, dan mereka memiliki pikiran strategi yang lebih bagus”, imbuh Ahok. Siapapun yang akan keluar sebagai pemenang nanti, dipastikan akan membawa kota Jakarta semakin baik, karena bila Ahok yang menang, program2 nya akan berlanjut dan pemberantasan korupsi akan tuntas, sedangkan bila penantang Ahok yang menang, bermakna lebih baik dari Ahok sehingga kebijakan dan program barunya juga akan membuat Jakarta lebih baik.  Semoga!

Sumber: Kompasiana
Foto/infografis: Koran Sindo

Thursday, February 11, 2016 - 12:30
Kategori Rubrik: