Para Pemburu NU

Ilustrasi

Oleh : Tamara Zavieka Abdullah

Pada akhirnya, jika mereka yang diberi anugerah nyali pemberani, para manusia cerdas dan orang-orang yang baik itu diam, apalagi tidak ada ikhtiar maksimal untuk mengimbangi strategi pergerakan para musuh Islam, itu sama halnya dengan menunggu lobang kehancuran digali semakin dalam oleh pihak lawan. Dan suatu hari, ketika semua lini kekuatan sudah terkubur, keyakinan yang akan diperjuangkan sudah lumpuh, pada waktu itulah penyesalan yang digulirkan dengan air mata sudah tiada artinya!

Saudaraku, tidaklah kita ingat bahwa Fir'aun, Abu Jahal, Abu Lahab dan kafir jahiliyah itu akhirnya rata dengan tanah, sebab para utusan Allah dan hamba-hamba yang memegang teguh keimanannya bersedia berjuang hingga titik darah penghabisan, memenuhi panggilan Rab-Nya. Karena diam menurutku bukan solusi, apalagi mengandalkan kata sabar ketika kezaliman sudah tak bisa dibendung lagi, jikapun seandainya demikian, tentu perang badar yang langsung berada dalam komando Rasulullah saw itu tak akan terjadi!!!

Lantas apa yang kudu perjuangkan? Siapa musuhnya? Baiklah! Dulu sewaktu aku masih duduk di bangku SMU, kalo liat temen-temen cowok pafa tawuran, mereka harus turun kejalan, lempar-lemparan batu, bikin macet jalan. Itu dulu!

Anak SMU jaman sekarang kok tawuran dengan cara turun di jalan, lalu lempar-lemparan batu, itu sama artinya anak tersebut kuper bin katrok. Pola pikirnya tak jauh berbeda dengan manusia purbakala. Ingat, ini era teknologi dan bukan jaman batu lagi.

Jaman now punya musuh, tak perlu turun kejalan. Cukup serang siapapun yang di anggap musuh itu dimedia sosial, telanjangi dia habis-habisan. Sampai gak punya harga diri dan gak laku dijual. Andai kalian tahu, ini loh sebenarnya makna dari jaman yang disebut milenial.

Masyarakat global ditahun 2010, tiba-tiba dikejutkan dengan tragedi Stuxnet. Awal dimana pada tahun itu muncullah fenomena perang politik dengan memanfaatkan teknologi hacking komputer.

Disinyalir, sejak munculnya tragedi tersebut. Negara-negara besar untuk memperkuat ketahanan politiknya di dalam dan luar negeri, mereka secara perlahan beralih dari perang konvensional yang melibatkan kontak fisik menuju perang teknologi hacking komputer. Barulah kemudian trend istilah perang Cyber, sederhananya demikian.

NU sebagai organisasi Islam terbesar di dunia, tentu pada akhirnya kalian akan percaya atau tidak logikaku mengatakan, mestinya memiliki musuh yang berniat memberangus habis kekuatan NU baik secara diam ataupun terang-terangan. Dan sepertinya memang beberapa orang penting dijajaran struktural NU telah menjadi target untuk ditelanjangi, ini fenomena yang teramat mengerikan!

Mungkin sebagian besar dari mereka yang setia pada ajaran NU, masih yakin akan kebesaran dan kekuatan NU secara sederhana memilih diam daripada berjuang.

Tapi faktanya, perang cyber yang ditujukan untuk menyerang NU secara perlahan-lahan kini sudah sangat terasa sekali dampaknya.

Buktinya?! Betapa dulu orang-orang dengan sangat bangga menunjukkan identitas kecintaannya kepada NU-nya, tapi sekarang beberapa saudara kita malah sudah ada yang berani koar-koar: "Tidak perlu NU-NUan yang penting Islam."

Malah tidak sedikit dari mereka yang dulu pernah berguru secara terang-terangan pada Kiyai-Kiyai NU, justru kini terang-terangan pula menyerang pengurus organisasi NU yang notabenenya menjadi garda terdepan sekaligus pewaris ajaran, keselamatan dan kebesaran NU.

Dengan demikian, KESIMPULANNYA! Apakah fenomena yang jelas terjadi semacam itu, bagiku yang merasa memiliki akal waras, kemudian cukup berpangku tangan dan cukup diam! Atau ada yang masih mau bilang saya menulis seperti ini untuk mengadu domba serta memperkeruh keadaan! Atau mungkin ada yang mau koar-koar sabar mbak, sabar mbak! MAAF, GAK LEVEL!!!

MELEK...MELEK...MELEK... Dus Nur teriak-teriak P***CK itu loh!!!!

Nek semua diam, sabar, apalagi modal kalimat sakti: "Biyarin Nanti Kuwalat Sendiri." Lah kenapa Nabimu dulu ketika jaman perang, justru menampilkan keberaniannya, bahkan beliau maju digaris paling terdepan pada medan pertempuran dengan melibatkan semua nyali.

Bagaimana toh Pak Ngustadz???? Bagaimanaaa??? Sebenarnya yang waras aku apah sampeyan TOH??? Saatnya perang CYBER INI... Gak usah ngendor- ngendori.... Plisssss!!!!

Maaf Gus Yaqut Cholil Qoumas ijin lewat. Jika tak berkenan diblokir saja. Jika berkenan, kami nunggu perintahnya!

Sumber : Status Facebook Tamara Zavieka Abdullah

Friday, December 7, 2018 - 10:45
Kategori Rubrik: