Para Pembakar Pasport

ilustrasi

Oleh : Erijeli Bandaro

Apakah orang tidak punya paspor itu bisa kehilangan kewarganegaraannya.....?

Paspor..., adalah salah satu identitas legal sebagai warga negara.

Kalau kita di luar negeri..., identitas kita dilihat bukan dari warna kulit..., agama..., atau bahasa...: tetapi dari paspor.

Jadi..., kalau tidak ada paspor..., kita tidak punya identitas.

Untuk kasus 600 warga eks ISIS yang membakar paspornya..., kenapa pemerintah tidak lagi membuatkan paspor untuk mereka...., bukankah hanya tinggal cetak blangko....?

Untuk membikin paspor..., harus ada syaratnya..., yaitu...: KTP..., dan KK..., dan Akta Kelahiran.

600 eks ISIS pasti tidak punya KK..., karena mereka sudah jadi pengungsi di Suriah...., dan sudah tidak tinggal lagi di Indonesia.

Artinya..., identitas legal mereka sebagai Warga Negara Indonesia sudah tidak ada.

Secara fakta...., mereka memang benar Warga Negara Indonesia..., karena mereka lahir di Indonesia.

Tetapi...., secara legal mereka sudah bukan Warga Negara Indonesia..., karena mereka tidak memiliki paspor Indonesia.

Pembuatan paspor oleh negara itu..., berdasarkan aturan yang berkaitan dengan hukum.

Negara kita negara hukum...., tidak bisa pemerintah menabrak aturan.

Semua orang se-Indonesia mengikuti aturan itu...., tidak mungkin untuk 600 orang diperlakukan istimewa.

Mungkin ada sebagian dari kita yang protes...; dengan mengatakan itu aturan manusia...., buka aturan Allah...., jadi bisa saja dilanggar.

Padahal.., pendapat itu sama dengan pendapat ex ISIS yang 600 orang itu.

Mereka melanggar aturan manusia..., demi melaksanakan keyakinannya kepada Allah...; sekarang mereka minta agar orang lain melanggar aturan demi kepentingan mereka.

Kenapa mereka tidak minta tolong kepada Allah saja..., kalau yakin perjuangan khilafah benar...?

Jadi tidak usah lagi berharap kepada manusia.

Seharusnya..., mereka berserah diri saja kepada Allah.

Nikmati saja pilihan itu...., dengan banyak berzikir dan berdoa.

Walaupun ini sebetulnya masalah kemanusiaan..., tetapi pilihan mereka eks ISIS itu adalah masalah ketuhanan..., bukan kemanusiaan.

Ingat....: darah pun mereka halalkan..., demi tegaknya khilafah...., tegaknya hukum Tuhan.

Jadi..., jangan bilang lagi ini masalah kemanusiaan.

Rahayu

Sumber : Status facebook Erijeli Bandaro

Monday, February 10, 2020 - 10:00
Kategori Rubrik: