Para Pedagang Gorengan, Alias Tukang Hoax

Ilustrasi

Oleh : Jumrana Sukisman

Luar biasa cara bigot dalam mengembangkan hoax dan melestarikan kebodohan. Ini beberapa diantaranya:

Dana haji dibuat mjd sukuk utk investasi. Isunya menjadi dipakai utk bangun infrastruktur setelah diklarifikasi bahwa hal ini sdh dilakukan sejak jaman SBY, maka penggiringan opini yg beredar akan banyak yg gagal naik haji krn dananya digunakan pemerintah. Faktanya, hingga hari ini tak ada yg gagal berangkat haji krn dananya dipake pemerintah.

Pengaturan ttg volume adzan. Isunya menjadi: Hanya d rezim ini adzan diatur. Setelah diklarifikasi bahwa aturan itu sdh ada sejak rezim orba, hoax yg disebar di WA berkembang menjadi, rezim ini melarang umat islam utk sholat.

Ratna Sarumpaet dianiaya. Isunya mjd: yang menganiaya adl klp yg gerah dgn sepak terjang RS. Lalu hoax berkembang, pemerintah harus bertanggung jawab, rezim biadab menganiaya aktifis perempuan. Setelah terbukti penganiayaan itu hoax, maka hoax baru berkembang mjd RS adl orgnya kubu petahana yg disusupkan ke kubu oposisi.

Pembakaran bendera HTI. provokasi yg berkembang adalah pembakaran bendera tauhid, setelah diklarifikasi bahwa itu bendera HTI yg sengaja dikibarkan utk memancing rusuh, berkembang isu bahwa bahwa kalimat tauhid dI bakar.

Dan masih banyak lagi. silahkan dilanjut...

Sumber : Status facebook Jumrana Sukisman

Wednesday, October 24, 2018 - 23:00
Kategori Rubrik: