Para Pahlawan Saat Muda

Ilustrasi

Oleh : Harun Iskandar

Di salah satu gang kecil di pusat kota Surabaya, Peneleh gang VII, ada sebuah rumah yang dulu jadi tempat berdiam keluarga Cokroaminoto. Sampai sekarang masih saja berupa jalan kecil diapit kiri kanan rumah2. Tak jauh dari Tugu Pahlawan.

Jalan besarnya, Jalan Peneleh, melenggak-lemggok mengikuti bentuk aliran sungai, Kali Mas, yang nantinya di hilir utara terseberangi oleh jembatan sohor. Jembatan Merah.

Haji Oemar Said (HOS) Cokroaminoto, seorang priyayi, gelar Raden Mas, yang memilih hidup berjuang melawan penjajah dengan cara modern. Ikut sebuah kumpulan pedagang, Serikat Dagang Islam. Kemudian berubah jadi Partai Serikat Islam. Dimana dia kemudian menjadi ketuanya.

Hidup sangat sederhana. Kehidupan politiknya menghambat kegiatan dagangnya. Sehingga untuk menambah penghasilan, ada kamar yg di sewa kos oleh beberapa pemuda.

Bukan anak kos biasa. Karena mereka adalah Soekarno, Muso, Semaun dan Kartosuwiryo !

Soekarno kelak mendirikan Partai Nasionalis Indonesia (PNI) dan menjadi Proklamator. Muso dan Semaun pentolan Partai Komunis Indonesia (PKI), sedang Kartosuwiryo kelak mendirikan Negara Islam Indonesia.

Ada kamar kecil di atas, mezzanine, bisa dicapai dengan tangga kayu yg nyaris tegak. Tempat belajar favorit Soekarno. Sekaligus ruang belajar bagi anak-anak kos lainnya, yg kemudian ditambah dgn Alimin, Darsono, dan Tan Malaka. Ketiganya kelak juga dikenal sebagai tokoh Komunis.

Dalam 'kelas' itu mereka belajar Politik. Belajar berBangsa, berNegara, sekaligus berAgama. Lewat getar suara, pandangan mata, gerak tangan mengepal yang sesekali menggebrak, menyerap ide dan pikiran milik sang Maha Guru, si Singa Podium, HOS Cokroaminoto.

Mereka bisa baca banyak buku bermutu di rumah itu. Dan setiap sang Mahaguru berkeliling se antero negeri, mereka pun tak lupa diajak serta. Terutama Soekarno, Muso, dan Kartosuwiryo.

Bahkan Soekarno sering diikutkan jika ada rapat2 Partai Sarikat Islam (Indonesia). Kelak dia juga akan menjadi mantu Cokroaminoto yg dijodohkan dgn Utari, puterinya.

Sumber : Status Facebook Harun Iskandar

Friday, August 17, 2018 - 13:00
Kategori Rubrik: