Para Jihadis yang Dirazia

Ilustrasi

Oleh : Fadly Abu Zayyan

Ath-Thabarani meriwayatkan dari Abu Hurairah yang berkata, "Tatkala kami (para sahabat) duduk-duduk di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba ada seorang pemuda yang keluar dari jalan bukit. Ketika kami memperhatikannya, maka kami pun berkata, "Kalau saja pemuda ini menggunakan kekuatan dan masa mudanya untuk jihad di jalan Allah!"

Mendengar ucapan para sahabat itu, Rasulullah SAW bersabda: "Memangnya jihad di jalan Allah itu hanya yang terbunuh (dalam perang) saja? Siapa yang bekerja untuk menghidupi orang tuanya, maka dia di jalan Allah, siapa yang berkerja menghidupi keluarganya maka dia di jalan Allah, tapi siapa yang bekerja untuk bermewah-mewahan (memperbanyak harta) maka dia di jalan thaghut"

Di jaman modern ini, para pemuda seperti riwayat hadits diatas juga sering kita jumpai. Para pencari rejeki dengan jalan yang halal. Yang rela berpeluh dibawah terik matahari dan juga menembus dinginnya malam. Dengan mengharap hasil tak seberapa yang mungkin hanya cukup untuk kebutuhan hidupnya saja dan bukan untuk bermewah-mewahan. Ya, mereka adalah para pengemudi transportasi online yang bisa dikatakan sebagai Jihadis sebagaimana riwayat hadits diatas.

Tapi tahukah anda, bahwa para Jihadis itu kini telah dilarang dan dirazia di Propinsi yang paling lantang berteriak Jihad? Yang merasa paling Islami dan tidak mentolerir apapun yang dianggap tidak sesuai dengan syariat? Yang paling merasa anti thaghut? Tapi anehnya dan fakta disisi lain, justru termasuk sebagai propinsi yang berada "dijalan thaghut" karena masuk dalam kategori propinsi terkorup se Indonesia!?

Ingat! Para pemimpin akan di minta pertanggung jawabannya kelak. Apalagi antum yang telah menutup "ladang jihad" rakyatmu sendiri dan malah mematikan kemashlahatan orang banyak! Siap antum akhi?!!

Sumber : Status Fadly Abu Zayyan

Friday, October 13, 2017 - 11:30
Kategori Rubrik: