Papua

ilustrasi

Oleh : Alto Luger

Apakah orang Papua itu rakus sehingga ingin menguasai sendiri kekayaan alam mereka?

Apakah orang Papua membuat perda-perda yang membuat orang non-Papua menjadi gak nyaman dan enggan untuk tinggal di sana?

Apakah orang Papua eksklusif sehingga orang non-Papua tidak diberi ruang yang sama dengan Orang Asli Papua?

Jawabannya: Tidak!

Terus kenapa mereka marah? Ya karena harkat dan martabat mereka dilecehkan!

Terlalu sering kita mendengar bagaimana “dimutasi ke pedalaman Papua” itu sebagai bagian dari hukuman.

Orang Papua iitu belajar dari Timor Timur bahwa merdeka hanya karena ingin menguasai penuh sumber daya alam itu tidak seindah mimpi. Darah akan jauh lebih banyak tumpah dan airmata akan kering.

 

Menjawab problem di Papua dengan diksi: akan meningkatkan pembangunan dan meningkatkan “sumber daya manusia” itu malah membenarkan “ratapan” mereka bahwa mereka hanya objek, bukan subjek!

Apakah Papua bisa merdeka? Tentu bisa, jika terlalu banyak darah dan airmata tertumpah di tanah yang diberkati itu.

Siapa yang bisa mempercepat kemerdekaan Papua? Bukan asing, tapi kita!

Jika Papua lepas, maka kesalahan itu ada di kita, segenap bangsa Indonesia!

Mungkin tidak keliru untuk mengatakan bahwa Papua mencintai Indonesia dengan sepenuh hari, tapi Indonesia mencintai Papua dengan setengah hati!

#IndonesiaTanahAirBeta
#SiVisPacemParaBellum

Sumber : Status Facebook Alto Luger

Friday, August 30, 2019 - 10:45
Kategori Rubrik: