Papua, Papua Barat Sudah Normal

Oleh: Erizeli Bandaro

 
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara menyebut, sebanyak 20 negara di dunia ikut menyebarkan hoaks terkait kondisi Papua dan Papua Barat. Anehnya ada pihak yang tuduh itu ulah China, padahal China tidak termasuk negara yang menyebarkan hoax. Sebagaimana ulasan saya terdahulu bahwa masalah Papua dan Papua Barat, adalah karena operasi inteligent asing yang didukung oleh proxy dalam negeri. Tujuanya jelas yaitu menjatuhkan Jokowi , kalau bisa sebelum Oktober, jokowi gagal dilantik. Mengapa ? 
 
Sebetulnya bukan Jokowi yang dibenci tetapi kebijakan Jokowi yang membuat asing meradang marah karena tidak bisa lagi menguasai SDA indonesia seperti maunya mereka, dan para proxy punya ambisi mengubah Pancasila. Dengan Pancasila hilang maka terpecah pecah lah indonesia dan asing mudah mengontrol Indonesia seraya memanjakan para proxy dengan limpahan kemewahan ala Sultan Sultan tempo dulu sebelum Indonesia merdeka.
 
 
Jokowi sangat paham permainan Politik yang sedang terjadi. Yang pertama dia tegaskan bahwa kekacauan politik itu akan diselesaikan secara hukum. Siapapun yang terbukti anarkis dan provokator akan berhadapan dengan Hukum. Sementara kebijakan  nasional soal Papua dan Papua Barat tidak akan berubah. Indonesia akan terus melanjutkan pembangunan di Papua. Ini soal keadilan.
 
Sementara aktor Politik yang merupakan otak dari kekacauan di Papua dan Papua Barat tetap tidak akan tersentuh. Sama dengan aksi 411, 212, 23 Mey. Walau data inteligent membuktikan keterlibatan mereka. Namun Jokowi tidak ingin head to head dengan aktor politik itu. Namun kebijakannya akan membuat aktor politik itu semakin kehilangan akses terhadap jaringannya, seperti tikus yang terjebak di dalam ember berisi air. Lambat laun akan mati sendiri.
 
Kini situasi Papua dan Papua Barat sudah bisa dikendalikan.  TNi dan Polri praktis sudah menguasai situasi sepenuhnya. Keamanan sudah konduksif.  Selanjutnya pendekatan cinta akan terus ditingkatkan kepada rakyat Papua. Bahwa mereka adalah anak bangsa, dan berhak atas keadilan sumber daya. Pada waktu bersamaan program memotong jaringan politik para bigot dan asing sedang berlangsung terus. Hanya masalah waktu, sistem negara akan menyelesaikan itu semua secara elegant. Jokowi selalu bisa keluar dari para bandit dan pengkianat NKRI, karena dia bersama Tuhan.
 
(Sumber: Facebook Erizeli Bandaro)
Wednesday, September 4, 2019 - 22:30
Kategori Rubrik: