Papa Minta Saham atau Papa Menang Curang?

Oleh: Stefanus Toni

 

Kaum DUNG DUNG PRET yang menganut Agama dari SAMAWI (Selalu Aja MenyAlahkan JokoWI) jemaahnya disebut SALAWI (SAlahnya JokoWI) yang berkumpul di gank KMPret lagi kegirangan saat mengikuti pola pikir terbalik Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang sudah salah kaprah dalam menindaklanjuti sebuah laporan yang diindikasikan akan merugikan negara itu.

Kaum DUNG DUNG PRET berusaha keras membelokkan trending topic "Papa Minta Saham" dengan kalimat "Papa Menang Curang", maksud hati ingin mengolok-olok Jokowi yang menang Pilpres dengan curang. Inilah pola pikir JAKA SEMBUNG tidak nyambung tapi nekat disambung-sambungkan.

Konteks dalam rekaman tersebut sudah jelas, mencatut banyak nama demi SAHAM, berulangkali menyebut pembagian saham, makanya para netizen membuat tagar "Papa Minta Saham" untuk menyindir kelakuan SN dan MRC yang berusaha memeras dengan halus MS (Maroef Sjamsoeddin), untung MS waspada dan merekam pembicaraan mereka dengan HP-nya, untuk jaga-jaga bila mereka berulah nekat dengan memfitnahnya.

Lalu apakah Jokowi yang dimaksud kaum DUNG DUNG PRET ketika mengatakan "Papa Menang Curang?"

Jika mereka sedikit cerdas, tagar "Papa Menang Curang" itu sebagai kelanjutan dari kelakuan Setya Novanto sendiri.

Ketika pemilihan Ketua DPR RI, Setya Novanto cs berhasil mencurangi partai pemenang dalam pemilu 2014 dan berhasil merebut kursi ketua DPR RI, padahal fakta politik sebelumnya, partai pemenang pemilu selalu mendapat kesempatan untuk menjadi Ketua DPR RI, tapi berhubung komplotan KMPret main curang maka Setya Novanto lah yang terpilih (padahal SN banyak terlibat kasus yang bernuansa korup dalam rekam jejaknya).

Jadi, tagar "Papa Menang Curang" memang kelanjutan dari "Papa Minta Saham" yang gelarnya tetap dipegang SETYA NOVANTO bukan ke arah Jokowi. Paham ya nak?

Kalau Jokowi pilpresnya menang curang, mana mungkin di wilayah Madura dan sebagian Jawa Barat dapat SUARA NOL? Apakah saksinya Jokowi-JK tidak mencoblos sama sekali, hingga bisa suaranya kosong?

Bagaimana mungkin tidak bertindak curang kalau ternyata ada dana pemilu 500 milyar rupiah dari para mafia itu, padahal itu menyalahi undang-undang. Jadi sebenarnya siapa yang curang?

Sudah KALAH masih CURANG pula, bukti kecurangan 5 truk kontainer pun hanya imajinasi tanpa bukti. Jadi kaum DUNG DUNG PRET biarkan saja berangan-angan yang muluk seperti bunyi pungguk.

Salam NKRI Raya!

(Sumber: Fanspage Catatan Maz Toni A,K,A Tante Paku)

 

Sunday, December 6, 2015 - 10:30
Kategori Rubrik: