Pansos Keluarga Pak Kumis

ilustrasi
Oleh : Karto Bugel
Bila anda mulai kumpulin duit receh bahkan logam yang kemarin berceceran, itu tanda transisi. Anda butuh recehan itu karena sumber uang yang lebih besar sedang bermasalah.
Meski kecil, itu menolong. Dan untuk sesaat kita merasa agak lega. Bukan jumlah besar demi kita keluar dari masalah utama, tapi memberi ruang bagi pijakan kaki yang sedang bermasalah.
Menggugat Ferdinan dan Rudi, jelas bukan kelas seorang pak kumis bila ukurannya adalah siapa dia dulu. Bukan Ferdinan dan Rudi yang adalah recehan, tapi perkara remeh temeh dan tak penting kedua orang tersebut kini diperlukan seorang berkumis antik itu.
Perkara recehan dalam ranah media sosial yang masih serba abu-abu itu kini sedang dibutuhkannya. Dikorek-korek, dikumpulkan hingga dipilah mana berharga dan mana yang biasa saja.
Masalah Ferdinan dan Rudi dipilih dan dianggap berharga bagi ruang pijakan kakinya.
Bukan penjara bagi Ferdinan dan Rudi ingin mereka kejar, bukan pula esensi tentang martabat sang ayah yang dinista, ini soal recehan yang sedang dibutuhkan.
Bukan 50, 100, bahkan 1000 lawyer akan digunakan oleh anak bungsunya demi hasil hebat dapat menghajar Ferdinan dan Rudi. Sepertinya, itu adalah recehan yang dibutuhkan untuk bertahan sebelum yang besar kembali ingin didapat.
Dengan kata lain, dia sedang duhafa dalam kekayaan langkah gagah yang dulu selalu menjadi kelebihannya. Dia sedang mentok pada banyak langkah yang sudah tak lagi memberinya arah pasti.
Dulu, kabarnya, cukup dia bersabda saja, dan semua akan berjalan dengan sendirinya. Kini sangat mungkin sabdanya tak lagi di dengar oleh mereka yang dulu begitu hormat padanya apalagi dituruti. Pengaruhnya tak lagi dapat diandalkan bahkan bagi dirinya sendiri.
Apa yang sedang dilakukan untuk Ferdinan dan Rudi adalah bukti bahwa kekuasaannya telah berkurang jauh. Kekuasaannya sedang dalam masa-masa akhir, dan runtuh adalah apa yang akan kita saksikan. Kita sedang diberitahu bahwa dia benar-benar sedang dalam masalah besar.
"Emang apa sih masalahnya?"
Emm..,pasti gara-gara kelakuan pak Jokowi deh......
.
.
RAHAYU
.
Sumber : Karto Bugel
Friday, December 4, 2020 - 11:45
Kategori Rubrik: