Pandji.....

ilustrasi
Oleh : Harun Iskandar
(Suka Ngurusi Istri Orang)
Komedian atau apa nyebutnya, Pandji 'siapa gitu' bikin ulah. Cuma mulut memang, tapi dampaknya bisa lebih dari aksi tangan. Jotosan atau pakai Klewang.
Kalau jotosan paling kena dan sakiti satu atau dua orang, namun jaman sekarang pakai mulut saja yang kena 'tonjok' bisa ribuan, bahkan jutaan orang.
Mohon maaf pun ndak gampang. Sampai kiamat catatannya masih bisa terlihat. Jejak digital, katanya. Memang kejam . . .
Di satu tayangan youtube, dia paparkan 'kebaikan' ormas yang sekarang jadi 'barang terlarang'
Mengutip 'data' dari pak Thamrin Amal Tomagola, sosiolog, ormas itu dicintai masyarakat. Karena selalu hadir saat dibutuhkan.
Diberinya contoh, seorang anak yang tidak diterima di satu sekolah, dengan bekal 'surat sakti' dari itu ormas, akhirnya diterima.
Ini 'data' yang Pandji sampaikan . . .
Ya ndak papa. Wong namanya suka, ya suka2 dia juga . . .
Yang ndak enak, dia nyebut2 dua ormas terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan NU. Yang dia katakan para elit keduanya, NU dan Muhammadiyah, ndak. Ndak dekat maksudnya.
NU dan Muhammadiyah juga terlalu 'elitis', jadi masyarakat enggan mendekat . . .
Nurut saya, yang pernah sekolah, kalau ambil satu kesimpulan perlu analisa. Dan analisa perlu data2. Data2 artinya banyak data. Bukan cuma 'satu' atau 'dua' sample, apalagi cuma berasal dari 'satu' sumber atau nara sumber.
Kalau bikin paper ilmiah untuk raih gelar, kesimpulan itu oleh Pembimbing tentu segera dicoret. Sret ! Ndak mutu !
Cuh ! Cuh ! Cuh !
Apalagi, sudah 'ndak mutu', ditambah 'ndak sopan'. Menjelekan ormas yang lain. Ndak tau dapat 'data' dari mana pula.
Kalau nurut Gus Nadersyah Hosen, harusnya bisa memuji istri sendiri, tanpa harus menjelekkan istri orang lain . .
Ndak sopan itu namanya . . .
Jadi kesimpulannya, pendapat kang Pandji 'siapa gitu', mungkin bisa disebut sebagai ndak mutu sekaligus ndak sopan . . .
Iqro ! Iqro ! Iqro . . .
Adab ! Adab ! Adab . . .
Sumber : Status Facebook Harun Iskandar
Friday, January 22, 2021 - 09:30
Kategori Rubrik: