Pancasila, Tri Sila dan Eka Sila

ilustrasi

Oleh : Buyung Kaneka Waluya

Saat ini heboh di lapangan..., dengan munculnya isu bahwa dalam RUU HIP..., Pancasila hendak diubah menjadi Trisila..., bahkan menjadi Ekasila.

Terlebih lagi konsep Trisila dan Ekasila..., yang juga sebelumnya disampaikan oleh Megawati Soekarno Putri dalam orasi politiknya.

Yang ingin kita pertanyakan...: Apa iya..., ketika menyebut ciri pokok atau inti Pancasila ada pada tiga silanya..., dan dari tiga sila itu...; intinya ada pada satu silanya..., itu artinya hendak mengubah Pancasila yang lima sila menjadi tiga atau menjadi satu sila saja...?

Orasi serupa sudah pernah disampaikan oleh Ir. Soekarno..., dan saat itu tidak menjadi polemik sebagaimana sekarang.

Hal itu disebabkan petinggi-petinggi politik dan masyarakat Indonesia dulu tahu..., bahwa maksud Bung Karno bukan hendak mengerdilkan apalagi mengubah Pancasila.

Bung Karno menyampaikan hal itu..., dengan maksud untuk menjelaskan inti dari Pancasila tersebut.

Jadi..., hanya hendak mempertegas maksud dari kelima sila dari Pancasila.

Sama halnya dengan ucapan ulama-ulama Islam..., ketika berbicara mengenai intisari kandungan Al Qur'an.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebut..., bahwa inti Al Qur'an ada pada surah Al Fatihah.

Sedang inti dari surah Al Fatihah ada pada ayat ke empat..., yang artinya, ‘Hanya kepada-Mu kami menyembah..., dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan’.

Apakah ketika menyatakan ini..., Ibnu Katsir hendak mengubah Al Qur'an menjadi satu ayat saja...?

Imam Al Ghazali dalam kitabnya Jawahir Al-Qur'an menyebut..., bahwa Al Qur'an itu punya 10 inti.

Dan dari 10 inti itu jika diperas..., akan ada 3 inti...; yaitu pengetahuan tentang zat Allah..., pengetahuan tentang sifat Allah..., dan pengetahuan tentang perbuatan Allah.

Apakah Imam Al Ghazali ketika menyampaikan inti dari inti Al Qur'an hanya ada tiga..., bermaksud hendak mengerdilkan dan mengubah Al Qur'an...?

Belum lagi ketika Nabi Muhammad SAW sendiri yang menyampaikan...: cukup membaca Al-Ikhlas tiga kali..., itu sama dengan mengkhatamkan Al Qur'an..., karena Al-Ikhlas sama dengan sepertiga kandungan Alquran.

Dengan hadis ini..., ada ulama yang mengatakan..., jika Al Qur'an tidak diturunkan..., maka surah Al-Ikhlas sudah cukup untuk kita.

Apa ini maksudnya mengabaikan surah-surah lain..., dan hendak menyatakan ganti saja Al Qur'an dengan Al-Ikhlas saja...?

Kita juga pernah mendengar dari kaum Sufi dan ahli Irfan yang mengatakan..., bahwa inti Al Qur'an ada pada Al Fatihah.

Dan inti Al Fatihah ada pada Basmalah..., dan inti Basmalah ada pada huruf Ba..., dan inti huruf Ba ada pada titiknya.

Sekali lagi..., apa ketika disampaikan inti dari inti dari inti Al Qur'an itu bermaksud menyatakan..., bahwa Al Qur'an perlu diubah atau diganti cukup dengan huruf Ba saja..., atau malah cukup dengan titik saja...?

Banyak wacana yang bermaksud mengompori..., bahwa ungkapan Trisila dan Ekasila baik yang tertulis dalam draft RUU HIP maupun yang disampaikan Megawati dalam orasinya..., bermaksud untuk mengubah dan mengganti ideologi negara..., yang sebelumnya Pancasila menjadi Trisila atau Ekasila.

Percayalah..., tidak ada usulan untuk mengganti Pancasila...; ketika Trisila dan Ekasila disampaikan..., baik itu dalam ayat dan pasal di RUU HIP maupun dalam kutipan orasi Megawati.

Tapi karena hal ini telah menjadi polemik di masyarakat..., maka dengan tegas Presiden Jokowi telah menolak RUU yang disodorkan oleh DPR tersebut.

Selesai sudah polemik ini..., seharusnya lhooo.

Rahayu

Sumber : Status facebook Buyung Kaneka Waluya

Tuesday, June 30, 2020 - 11:00
Kategori Rubrik: