The Panama Papers

Oleh: Tomi Lebang

 

Dunia sedang “merayakan” munculnya The Panama Papers: dokumen rahasia yang memuat daftar klien besar firma hukum Mossack Fonseca dari seluruh dunia. Para kilen ini diduga berusaha menghindari pajak di negara masing-masing.

Investigasi global digelar para jurnalis Konsorsium Jurnalis Investigasi International (ICIJ) – di antaranya ada kawan saya Wahyu Dhyatmika dan Philipus Parera –atas bocoran dokumen raksasa ini. The Panama Papers terdiri atas 11 juta dokumen yang terbagi dalam 4,8 juta e-mail; 3 juta database; 2,1 juta dokumen PDF; 1,1 juta foto; 320.000 dokumen teks; dan 2.000-an file lainnya.

Dalam bentuk dokumen terenkripsi, ukuran file The Panama Papers sebesar 2,6 terabyte atau 2.600 gigabyte (Berapa daya tampung data di harddisk komputer Anda?).

Nama-nama besar politisi dunia, pengusaha, pengacara, selebritas -- semuanya orang kaya-raya -- tercantum di dalamnya. Dari Presiden Rusia, bangsawan Arab, sampai bintang sepakbola Lionel Messi.

Tapi persetanlah dengan mereka.

Mari ikut merayakan temuan dokumen ini dengan mencermati nama-nama orang Indonesia di dalamnya: orang-orang kaya yang diduga hendak mengaburkan kekayaannya agar terhindar dari pembayaran pajak.

Dalam dokumen itu, dengan mengetikkan kata Indonesia, terdapat setidaknya 2.961 nama orang dan perusahaan. Tak sedikit yang namanya sungguh familiar.

Tak perlu heran jika nama godfather minyak Muhammad Riza Chalid tercantum di dalamnya. Sang donatur besar kampanye calon presiden Prabowo – Hatta ini bersanding dengan nama buron kasus cessie Bank Bali, Djoko S. Tjandra. Juga nama-nama kakap yang lalu-lalang di daftar orang kaya Forbes dari Indonesia.

Eh, ada juga nama tokoh muda, bakal calon Gubernur Jakarta yang sedang rajin menebar pesona, Sandiaga S. Uno.

Sesungguhnya nih, saya yang gagal move-on, berharap nama pengusaha meubel Joko Widodo tercantum pula di dokumen itu sebagai klien Mossack Fonseca, sebagaimana yang dulu digembar-gemborkan sebagai pemilik rekening di berbagai bank di Hongkong dan Swiss, serta memiliki perusahaan beralamat di Pulau British Virgin dan Caymand.

Ingat kan? Ingat kan? Hahaha.

Jadi, kawan-kawan, mari bersiap ... satu per satu nama itu akan mencuat di halaman-halaman koran negeri ini. Di mulai hari ini, Selasa 5 April 2016. Bismillahirrahmanirrahim.

Selamat pagi orang-orang kaya .... juga yang sedang "dumba-dumba", kata orang Makassar.

 

(Sumber: Facebook Tomi Lebang)

Tuesday, April 5, 2016 - 11:30
Kategori Rubrik: