Palestina

Oleh: Dina Y Sulaeman
 

Kasus penghapusan peta Palestina di Google map tidak banyak ditanggapi oleh publik. Menurut saya, ini salah satu bentuk "keberhasilan" (ini satire ya, sindiran) para "mujahidin". 

Invasi mereka ke Suriah telah membuat berbagai front yang selama ini fokus berjuang melawan Israel (baik melalui perang fisik maupun melalui tulisan, demonstrasi, boikot, dll) menjadi terpecah-belah dan isu Palestina terabaikan.

Kemarin saya baca sebuah tulisan yang menyebut bahwa "memang sejak awal Palestina itu tidak ada, kok". Nah foto ini salah satu bukti bhw Palestina dulu ada (foto: koran New York Times terbitan 1917), yang wilayahnya sekarang sebagian besar dirampas jadi wilayah Israel. Memang salah satu propaganda Israel adalah: dulu itu wilayah Palestina tandus, tidak berpenghuni, dan Israel-lah yang membangunnya.

Bukti lain, bisa ditonton di sebuah film dokumenter yang ditayangkan oleh AlJazeera. Ternyata, dalam kejadian pengusiran warga Palestina itu, terjadi perampokan ‘terstruktur’ yang dilakukan oleh tentara Zionis dan warga Yahudi-Israel. Bukan hanya benda-benda perabotan rumah yang dijarah, melainkan juga buku-buku yang ada di rumah-rumah kosong yang ditinggalkan para penghuninya.

Di film ini Anda akan melihat seperti apa rumah-rumah indah milik orang-orang Palestina itu. Rumah-rumah itu sebagian kosong dan pemiliknya tidak diperbolehkan kembali menempati rumah-rumah itu oleh pemerintah Zionis.

Dan yang lebih tragis lagi, puluhan ribu koleksi buku yang ada di dalam rumah-rumah itu, kini sudah berpindah kepemilikan, yaitu milik perpustakaan nasional Israel. Tak heran bila film dokumenter ini diberi judul “Perampokan Buku Terbesar” (The Great Book Robbery). 

 

(Sumber: Status Facebook Dina Sulaeman)

Thursday, August 11, 2016 - 21:45
Kategori Rubrik: