Palestina, Habbash dan Komunisme

Oleh: Muhammad Ilham Fadli

 

"Dalam tubuh kita sejarah bersembunyi" -- [ Tatsumi Hijikata ]

Perjuangan rakyat Palestina dalam mewujudkan mimpi mereka untuk membentuk negara berdaulat, adalah perjuangan yang kaya "warna". Dalam aroma dan detak perjuangan itu, mengalir ragam kontribusi dari berbagai faksi. Secara umum, ada tiga faksi utama, yaitu faksi Islam, faksi Kristen hingga faksi komunis.

 

 

Mari kita buka lembaran-lembaran berita koran tahun 1980 - 1990-an. Memang Palestina kala itu identik dengan PLO. Yasser Arafat sebagai tokoh ikonik. Tapi dunia dan catatan sejarah mencatat ada figur lain yang tak kalah terkenalnya dari Yasser Arafat. Siapa dia ? .... George Habbash, namanya. Seorang Kristen dari (sekte) Gereja Ortodoks Palestina. Habbash merupakan salah satu pendiri Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP). Organisasi perlawanan yang paling ditakuti Israel masa itu. Dua tokoh ini, Arafat dan Habbash, dikenal sebagai tokoh dengan kadar militansi tinggi dalam melawan Israel. Sebagian besar rakyat Palestina dan tokoh dunia bahkan menganggap Habbash sejajar dengan Yasser Arafat.

Yasser Arafat terkenal dengan taktik diplomasinya. Jauh lebih moderat. Pada aspek-aspek tertentu, terkadang kompromistis. Habbash justru lebih radikal. Perlawan senjata adalah ciri khasnya. Bahkan kegiatan-kegiatan sabotase terhadap Israel adalah tindakan yang sering dilakukan pasukan Habbash. Majalah New York Times bahkan menggelari Habbash sebagai "ahli taktik terorios". Majalah TIME menjulukinya dengan gelar a-la mafioso, "Godfather Terorisme Kristen".

Habbas yang tanggal 2 Agustus 1926 di Lydda, Palestina ini meninggal di Amman Yordania tahun 2008, dalam usia 81 tahun. Kepergian Habbash ditangisi banyak rakyat Palestina, sebagaimana duka mendalam teramat dalam ketika Yasser Arafat meninggal. Tiga hari ditetapkan sebagai masa berkabung oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Untuk menghormati Habbash. Dalam ucapan dukanya, pemimpin Hamas - Ismail Haniyeh - mengatakan bahwa Habbash adalah pahlawan Palestina seperti yang juga dikatakan oleh kelompok Jihad Islam. Tak salah hingga hari ini, banyak rakyat Palestina yag mneganggap Habbash sebagai salah seorang "Bapak Bangsa". Seorang El-Hakim.

Dalam memperjuangkan Palestina tersebut, apa "warna" yang digelorakan oleh Habbash ?. ..... Nasionalisme Arab dan Marxisme-Leninisme (komunisme).

Sungguh ...... berwarna sekali perjuangan rakyat Palestina itu !

_______________________

Referensi :
Kliping-kliping Majalah Tempo tahun 1988, 1990 dan 1991 [ koleksi pribadi ]
Data-data keterangan tanggal, dikutip dari wikipedia
Sumber Foto : Getty Images

Wednesday, December 20, 2017 - 09:15
Kategori Rubrik: