Pak Mantan, Pak Jenderal dan Pakdhe

Ilustrasi

Oleh : Fadly Abu Zayyan

Ini sekedar cerita SILIT dari Mbah Soros dalam dialog imajiner yang saya tulis dengan ringkas:

Awalnya Pak Mantan ngajak kongsian sama Pak Jenderal. Soalnya ini menyangkut masa depan Sang Pangeran. Ajakan kongsiannya lewat traktiran nasi goreng. Tapi sayang Pak Jenderal malah ngomong nasi gorengnya kepedesan.

Sang Pangeran pernah kecewa sama Si Manies yang jadi pencuri diam-diam sampai-sampai gak ngucapin selamat atas kemenangan Si Manies.

Si Manies yang pernah digadang-gadang oleh pengusung ayat dan mayat malah menampilkan dagelan-dagelan gak lucu sehingga membuat banyak orang merasa kena Pehape.

Pak Mantan ganti mendekati sambil memuji-muji Pakdhe supaya Sang Pangeran diberi kesempatan. Dia bilang kalau gak pernah menentang Pakdhe dan hanya sebagai penyeimbang.

Kok tiba2 ada isu Pak Jenderal jadi tukang palak gak lama setelah Pak Mantan memuji2 Pakdhe. Tapi anehnya, hasil survey malah banyak yang menginginkan Pakdhe agar menggandeng Pak Jenderal dan perpecahan di negeri ini juga disudahi.

Isu tukang palak dibarengi narasi bahwa Pak Jenderal adalah pengkhianat teman seperjuangan Pendekar Wiro Sableng. Meskipun isu palak yang menyala tiba2 padam, isu ini juga diiringi dengan mencuatnya tokoh alternatif idola baru yang cerdas, bersih, dan agamis.

Isu palak berganti menjadi isu Agama beserta pernak-perniknya seperti Kriminalisasi Ulama, Pernikahan Sejenis, Miras dan sebagainya.

Diprediksi akan muncul wacana Pasangan Muda yang Nasionalis-Relijius, Sipil-Militer, Jawa-Luar Jawa. Sungguh kombinasi yang pas dan menjanjikan.

Makanya gak heran jika Partai Besan (Pak Mantan dan Pak Tua) kini bersuara lantang yang digunakan sebagai political trial and testing the water oleh Pak Mantan.

Pakdhe yang memiliki ilmu SILIT tingkat dewa sebenarnya sudah membaca arah Politik Dinasti yang telah lama dipersiapkan beserta pundi-pundi.

Makanya Pakdhe dari awal sudah mencanangkan program pengampunan dan menerbitkan uang baru sebagai antisipasi.

Bahkan pernah disampaikan bahwa Pakdhe sudah memegang catatan pundi-pundi hingga ke ujung bumi yang membuat pemiliknya panas dingin meriang.

Tinggal bagaimana kartu truf kelas Internasional ini dimainkan, maka rencana dinasti bisa berantakan.

Dan akhirnya saya membayangkan bagaimana perasaan Pak Mantan jika ternyata Pakdhe malah bergandengan tangan dengan sang Idola dan Pak Jenderal.

Mungkin mereka akan mengatakan: "Maafkan aku Pak Mantan. Untuk masa lalu, masa kini dan masa depan. "

*FAZ*

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

Tuesday, January 23, 2018 - 17:00
Kategori Rubrik: