Pak Jokowi, Terowongan Tak Penting Lagi

ilustrasi

Oleh : Yusuf Muhammad

Saya heran terkait adanya wacana pembangunan terowongan bawah tanah yang menghubungkan antara Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral di Jakarta.

Banyak yang bertanya, untuk apa pembangunan terowongan itu?

Katanya sih untuk simbol toleransi. Hahaha jujur saja saya pengen ngakak baca berita yang mengatakan demikian.

Rasanya pengen bisikin ke telinga Pak Jokowi, "Hallo pak Jokowi, bukan Terowongan bawah tanah Istiqlal - Katedral yang dibutuhkan rakyat, tapi tindakan nyata di lapangan atas maraknya kasus intoleransi di negeri yang katanya Pancasila."

Ternyata menurut beberapa sumber yang saya baca, Ide awal terowongan Istiqlal - Katedral ini dari bung Karno, jadi sudah sangat lama sekali ide ini tapi belum terealisasi. Saking lamanya, sampai intoleransi sudah semakin menggila direpublik ini.

Menurut saya, ide ini sudah usang, tak penting dan tak perlu lagi diwujudkan. Perlu dicatat! zaman bung Karno, masalah intoleransi tidak 'segila' seperti saat ini. Yang dibutuhkan rakyat saat ini adalah aksi nyata.

Pak Jokowi, tolong diperhatikan, masalah intoleransi di negeri ini tak akan slesai hanya dg bermain simbol-sinbol! Ibarat oenyakit sudah kronis, butuh penaganan serius. Begitu juga dengan kasus terorisme.

Coba ingat baik-baik. Sebelumnya, Anda seakan dengan tegas mengatakan tak ada tempat bagi terorisme di Indonesia. Anda juga mengajak masyarakat untuk melawan intoleransi, tapi dilain sisi, pemerintah justru sibuk soal wacana pemulangan 660 eks WNI ISIS.

Kasus intoleransi ini sendiri semakin meningkat pasca pilkada DKI Jakarta. Ini diakibatkan masifnya politik identitas demi meraih jabatan dan kekuasaan. Sungguh sangat menjijikkan jika mengingat peristiwa pilkada DKI saat itu.

Meningkatnya kasus intoleransi ini juga diperkuat dengan survei yang dilakukan oleh Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), pada 4 Desember 2018. Selain itu, Setara Institute juga merilis survei yang sama.

Dengan segala hormat, sudahi permainan simbol-simbol ini, pak Jokowi. Penyakit yang namanya intoleransi dan radikalisme di negeri ini sudah kronis, dan penaganannya harus dengan cara yang tegas dan serius!

Sumber : Status Facebook Yusuf Muhammad

Tuesday, February 11, 2020 - 11:15
Kategori Rubrik: