Pak Busyro, KPK dan Perppu Ormas

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Sama dgn yg lainnya, kita tdk pernah mengenal Pak Busyro Muqodas secara lgsg, yg kita tau beliau adalah ex salah satu ketua KPK yg cukup teruji integritasnya. Sama dgn pemimpin lainnya di Muhammadiyah, orang2nya cerdas berkelas, namun ada DNA agak sedikit high profile, walau diakui hal itu sesuai posturnya, tapi kdg membuat kita tegang juga.

Saat beliau memimpin KPK pastilah bukan gaji yg dia pikirkan, integritasnya kpd negara dan bangsa dia sumbangkan melalui bagaimana mereka memikirkan memberantas korupsi sbg virus yg mematikan sendi kehidupan dan masa depan sebuah negara utk diselamatkan.

 

 

Pikiran berbeda melihat sebuah persoalan adalah biasa bila tujuannya adalah sebuah perbaikan menuju kebaikan, sama halnya pd saat mereka di KPK bersama koleganya, memutuskan seseorang bersalah adalah sebuah usaha utk bisa bermakna bukan hanya asal kerja saja.

Pak Busyro sudah kembali ke masyarakat, pengalamannya menjadi pengaman harta negara dari tangan2 orang yg alfa akan dosa bisa diselamatkannya.

Masyarakat yg skrg didepan mata juga butuh sebuah perlakuan yg sama, tenteram berbangsa, dan indah bernegara, bukan cari gara2 seperti teman2 penghuni planet lain tapi tiap hari menari2 pakai bendera yg bukan kita punya, gaduh dimana2 menolak pancasila, emang gambar Garuda mau di ganti gambar umbut kelapa, emang kalian pikir negara ini kayak kemah pramuka.

Hari ini sy kaget juga, Pak Busyro membuat statement bhw Muhammadiyah akan melakukan judicial review Perppu No.2 thn 2017 yg baru saja akan diundangkan. Perppu yg dibuat presiden ini bkn urusan bubar atau tdk bubarnya ormas, nmn lebih kepada penyelamatan negara yg berdaulat. KPK ngurusi korupsi krn takut para pencuri bisa menghabisi negeri, sekarang ada musuh pancasila kok Pak Busyro bisa lupa. Kalau urusan KPK diseriusi krn pencuri dianggap berbahaya, yg ini mau mengganti ideologi dan pancasila masaklah dianggap tak apa2 dan dipandang sebelah mata. Semoga judicial review yg akan dilakukan Muhammadiyah utk kepentingan masa depan, bukan karena sungkan ama teman yg sedang dibubarkan.

Ingat ya pak, Indonesia ini sebuah negara bukan kemah pramuka yg bisa dipindah kemana saja. Kalau Bapak pernah ngurus KPK tapi ini urusan negara shg wawasannya beda dan kapasitasnya juga bkn cuma asal bicara. Pancasila kok yg dilihat cuma gambar garuda, warnanya di ganti pula, pancasila itu ruhnya nawacita pak, paham ya...

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Wednesday, October 25, 2017 - 22:00
Kategori Rubrik: