Pak Beye

ilustrasi
Oleh : Karto Bugel
.
Ketika sikap positif kita kedepankan sebagai pilihan, nilai positif lain sebagai ikutan akan kita panen. Tak berjarak apalagi berseberangan cara kita memaknai pernyataan seseorang meski terdengar tak enak, itu hal positif lain sebagai akibat kita dapat.
Memang agak sulit membuat analisa atas kritik pak Be-Ye kali ini. Untuk maksud apa atau dalam konteks menanggapai peristiwa yang mana, ga ada petunjuk spesifik.
Tiga poin beliau lempar, pandemi, krisis ekonomi, dan kerukunan kita sebagai anak bangsa.
Sebelumnya, pada pembuka, beliau ingatkan bahwa Indonesia memiliki angka korban tertinggi di Asia Tenggara, bahkan di Asia Timur.
Pertanyaan yang muncul, kenapa harus Asia Timur? Bila Asia Tenggara sebagai letak kita, cukuplah Asia tenggara dan kita akan jawab "iya benar".
Tapi kalau di Asia, Indonesia menempati urutan no 4 setelah India, Turki dan Iran. Di dunia, kita nomor 20 di mana AS dan banyak negara Eropa dari Inggris, Jerman hingga Italia justru masuk 10 besar.
Bila jujur, bila ukurannya adalah jumlah penduduk, Indonesia harus berada pada urutan ke dua setelah India bukan?
Kenapa narasi dipilih Asia Timur? Tentu karena bidikan pada ukuran wilayah yang lebih besar lagi. Ada angka besar bahkan terbesar pada area seluas Asia Timur.
Namun bia persentase kita pilih, seharusnya Indonesia memilik korban terbanyak no 4 di dunia sesuai dengan jumlah penduduk terbesar nomir 4 di dunia. Faktanya, kita menempati urutan nomor 20 di dunia bukan?
Hinga Januari 2021 ini terdapat 18 negara dengan total kasus lebih dari 1 juta orang. Di Asia, ada Turki 2.296.102 dan Iran berjumlah 1.268.263.
Indonesia 797.723 masih bertahan di peringkat ke-20, tepat di bawah Belanda 850.790.
Adapun peringkat lima besar sampai Januari 2021 ini dalam penambahan kasus kematian ditempati oleh AS 4.134, Brasil 1.455, Meksiko 1.165, Inggris 1.162, dan Jerman 1.059.
Namun, apa pun ceritanya tak perlu lah kita bertepuk dada karena di sana tetap ada korban meninggal yang seharusnya kita ratapi. Tapi, tak fair juga bila narasi sengaja dicari pada sisi terbanyak demi menyudutkan.
Dalam hal krisis ekonomi, negara mana di dunia saat ini tak krisis? Catatan penting justru diberitakan oleh IMF bahwa Indonesia pada krisis global ini dianggap tanggap dan pintar mengelola permasalan ini. Indonesia berada pada urutan no 3 terbaik setelah China dan India. Semuanya negara di Asia.
Dalam hal ini pun, tak ada cerita harus kita berbangga karena pada dasarnya hampir semua dari kita tersudut dan bangkrut. Beruntung, rasa optimis bahwa kita pasti akan bangkit, kita punya
Sementara, ketika ancaman perpecahan anak bangsa juga dijadikan isu, mmm...
Nada "prihatin" sebagai trade mark beliau, sepertinya tampak lebih dominan di sana.
Akan jauh lebih baik bila beliau sebagai orang yang masih memiliki pengaruh di negeri ini justru berkata "saya berikan badan tua ini bagi terwujudnya kerukunan anak bangsa."
Negara ini sedang membutuhkan sikap optimis dari seluruh warga negaranya, apalagi sikap optimis mantan Presiden dan pernah berkuasa 10 tahun.
"Saya memilih mengambil sikap optimis" sebagai kalimat penutup pada pernyataan beliau pada berita itu, seharusnya adalah sikap positif kita pula.
"Apanya yang positif kalau cuma pernyataan doang??"
Ya..,dalam hal "prihatin" ribut sesama anak bangsa, tentu beliau tahu dengan baik apa akar masalah yang ada. Beliau juga menyinggung masalah intoleransi.
Kembang biak dan isu radikalisme agama bukan wilayah Presiden Jokowi semata. Ada cerita pembiaran yang juga terjadi pada masa lalu.
Pengetahuan tentang siapa-siapa terindikasi sebagai biang rusuh dan masih kuat di balik efpei dan hetei ataupun organisasi radikal yang lain yang "MUNGKIN" beliau ketahui dan dikhawatirkan masih akan mengancam persatuan kita sebagai anak bangsa, sebaiknya disampaikan saja pada Persiden.
Pasti data beliau sangat-sangat berguna dan dapat dipakai oleh Presiden saat ini. Tak mungkin data sekelas pak Beye sebagai person pernah berkuasa selama 10 tahun tak memiliki nilai berharga.
Dan..,akan jauh lebih menggetarkan bila pak Beye berkata "saya berikan badan tua ini dan seluruh harta saya bagi rukun anak bangsa" sambil datang ke istana bertemu Presiden Jokowi.
Siapa pun dibalik kekacauan negeri ini dengan isu intoleransinya, pasti gemetar.
Braakkk..,terbangun aku dari lelap tidurku. Langit-langit rumahku runtuh. Sepertinya akibat hujan angin sepanjang siang tadi...
Oalaahhh...mimpi to
.
.
RAHAYU
.
Karto Bugel
Wednesday, January 13, 2021 - 11:00
Kategori Rubrik: