Pak Aher, Belajarlah dari Pak Ahok

Oleh: Yusuf Muhammad

Saya kaget setengah mati saat mendengar berita kota Bandung dilanda banjir hingga 3 meter dan merendam 35.000 rumah serta menewaskan 2 warga.

Antara percaya dan tidak, saya pun langsung mencari berita dari sumber terpercaya, dan ternyata memang benar Bandung sedang dilanda banjir terparah sejak 10 th terakhir.

Dalam hati bertanya-tanya, kok bisa ya banjir sampai separah itu? Padahal Gubernurnya sudah Islam, bahkan jenggotnya juga sudah panjang.

Tapi tunggu dulu.....

Bukan agamanya yang jadi masalah, tapi mungkin manusianya yang memang tak amanah dan tak dapat menegakkan aturan dengan tegas. Atau bisa jadi memang manusianya yang terlalu bodoh, mengatasi banjir dengan cara dibacakan ayat-ayat suci saja.

Kadang heran juga kenapa di Jakarta yang gubernurnya non Muslim justru dapat menangani banjir lebih baik. Titik banjir bisa berkurang. Awalnya ada hampir 80 titik banjir, tapi tiga tahun terakhir sudah berkurang hanya ada skitar 34 titik banjir. Bahkan genangan yang ada pun cepat surut jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Mengapa bisa demikian....?

Sekali lagi saya tegaskan, semua itu tidak ada kaitanya dengan agama! Jadi stop mengaitkan masalah banjir dengan agama. Ahok bukanlah Aher, jadi penanganan masalah banjir pun berbeda.

Di Jakarta masalah banjir dapat berkurang tidak lain karena semua itu ditangani dengan cara yang smart dan ditegakkanya aturan-aturan dengan tegas. Bangunan liar dibantaran kali ditertibkan, rusun-rusun dibangun untuk merelokasi warga bantaran kali, got-got dan saluran air dibersihkan secara intens, serta dibangunya ruang terbuka hijau sebagai serapan air.

Saya sangat malu jika ada tokoh yang membawa nama islam, tapi dilain sisi dia justru menyengsarakan banyak masyarakat dan akhirnya merusak citra Islam itu sendiri.

Pak Aher, sowanlah kepada Ahok yang sering dikatain tafir oleh kader partai Anda. Saran saya sekali-sekali ngopi bareng aja dan serap ilmunya tentang bagaimana cara mengatasi banjir.

 
(Sumber: Facebook Yusuf Muhammad)
Tuesday, March 15, 2016 - 21:15
Kategori Rubrik: