by

Pahlawan

Mereka pemilik tanah yang sebenarnya, yang ingin membuat pemakaman diatas tanahnya sendiri, namun mereka pula yang harus mengalah atas tekanan sekelompok orang yang tak sanggup dilawan oleh Bupati.

Rakyat lemah adalah mereka yang paling kuat karena sesungguhnya dari merekalah perlindungan bagi mereka yang berkuasa dapat dipaksakan hadir. Mereka korban bagi lemahnya hukum sekaligus tumbal bagi penikmat kursi gading pemegang kekuasaan.

Bagaimana dengan Presiden? Minoritas diseluruh penjuru negeri ini yang menderita dalam banyak tekanan dan selalu menjadi sasaran dari kelompok yang berharap Presiden marah?

Berapa puluh rumah ibadah dibakar? Berapa rumah ibadah disegel dan selalu IMB? Berapa kali penggerebekan dilakukan hanya karena mereka beribadah?

Mereka menyerang dari semua sudut demi kekacauan dan akhirnya Presiden adalah targetnya. Sasaran awal paling mudah selalu minoritas dan tujuannya, demi marah sang Presiden.

“Presiden marah?”

Sepertinya, Presiden yang harus menjawab.

Benarkah rasa merdeka sudah kita rasakan saat negara ini akan berusia 75 tahun, sepertinya semakin jauh rasa itu hadir. Mereka yang merasakan apa itu merdeka dalam arti sebenarnya adalah para preman berbaju agama.

Mereka boleh berlaku suka-suka dan tak ada hukum akan menghadang. Merekalah pemilik sekaligus anak emas sebenarnya dari republik ini.

Bagi minoritas, percayalah, menjadi tumbal hari ini bukan cerita tentang kesulitan seumur hidup. Bila dalam perkembangannya secara tak sengaja minoritas justru menjadi bumper demi pembangunan negeri ini, itu bukan pilihan siapapun yang menginginkan negara ini maju, apalagi Presiden.

Tapi percayalah, andalah pahlawan sebenarnya.
.
.
.
Rahayu
Sumber : Status Facebook Karto Bugel

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed