Pahlawan KW

Oleh: Eko Kuntadhi
 

Buni Yani ditetapkan sebagai pahlawan Islam versi FPI. Orang yang mengedit ucapan Ahok lalu menyebarkannya di medsos, lalu dipakai sebagai momentum bikin keramaian, dianggap pahlawan.

Berbeda dengan FPI, kepolisan dan kejaksaan memberikan status Buni Yani sendiri kini sebagai tersangka.

Setelah permohonan peraperadilannya ditolak pengadilan, Buni kini harus menjalani proses persidangan dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.

Buni Yani adalah pahlawan versi FPI yang kesepian. Sidangnya kemarin kosong melompong. Tidak ada massa pendukungnya. Dia dibiarkan mempertanggungjawabkan ulahnya sendiri. Terasa sekali, itu bukan persidangan seorang pahlawan. Itu cuma sidang seorang pecundang.

Soal menggangkat orang kuakitas KW, FPI memang jagonya. Setahun lalu mereka juga melantik Gubernur versi sendiri. Fahrrurozi dilantik sebagai Gubernur boong-boongan, hidup dalam lelucon dan jadi bahan tertawaan, lalu dicuekin.

Entah kemana Farurozi sekarang. Dalam hinggar bingar demo 411 dan 212, namanya seperti ditelan bumi. Padahal kalau FPI konsisten mestinya Farurozi diberi panggung. Bukankah dia adalah seorang Gubernur.

Kita jadi tahu, Farurozi memang cuma diposisikan sebagai badut. Cuma untuk jadi bahan tertawaan doang.

Saya rasa nasib yang sama akan dialami Buni Yani. Meskipun disematkan sebagai pahlawan Islam oleh FPI, tetap saja dia cuma kroco. Sematan itu cuma main-main. Toh, Buni harus menjalani nasibnya sendiri. Nanti setelah dinyatakan bersalah dia akan mendekam di penjara juga sendirian.

Sementara FPI akan bergerak lagi mencari panggung baru. Sukur-sukur jika bertemu orang yang bersedia diarak, untuk jadi bahan tertawaan baru.

Seperti Farurozi. Seperti Buni Yani.

 

(Sumber: Status Facebook Eko Kuntadhi)

Monday, December 26, 2016 - 17:15
Kategori Rubrik: