Pahamilah Siapa Lawanmu Hok

ilustrasi

Oleh : Agoes Ibrahim

Waktu saya menulis tentang genosida yang menimpa warga keturunan Tionghoa di kota Nganjuk, Jawa Timur sekitar tahun 1948, dimana seluruh pria Tionghoa mulai dari usia 12 tahun ke atas (termasuk kakek dsn paman saya) sebanyak kurleb 900 jiwa dibantai habis dan dikuburkan massal di daerah Manyung, Nganjuk, tulisan tersebut menjadi viral dan di share ribuan kali.
Otomatis berbagai golongan orang yang membaca tulisan tersebut..

Lantas apa respon netijen ?
Banyak kaum kadrun dan rasis yang langsung logical fallacy.
Tulisan yang disertai foto kuburan massal, lokasinya dan mana-nama para korban itu dianggap hoax. Saya dituduh penyebar hoax, pemfitnah, dianjing-anjingin, dibabi-babiin, dikata-katain yang sangat jahat. Bahkan kakek dan paman saya yang sudah mati dibakar hidup-hidup pun juga dihina-hina dengan kejinya. O ya, ada juga yang mengancam mau matiin saya...

Bagaimana respon saya ?
Apakah saya balas caci maki mereka ?
Apakah saya bilang, "kalian boleh hina saya tapi saya ga terima kalau kalian hina kakek dan paman saya yang jadi korban ?"
Apakah saya berencana lapor ke polisi ?
Enggak kawan..

Yang menghina saya, yang maki-maki saya, yang menghujat almarhum kakek dan paman saya itu levelnya dimana ?
Sekelas orang jalanan kan ?
Level gerombolan preman kan ?
Masa saya harus balas memaki mereka ?
Masa saya harus saling hujat dengan mereka ?
Masa saya harus laporkan mereka ke polisi ?
Betapa bodohnya diri saya kalau saya melakukan itu...

Tapi andaikata bapak Asvi Warman Adam, ahli sejarah Indonesia yang top itu yang menuduh tulisan saya hoax, saya akan mendebatnya. Saya akan buktikan data otentiknya. Bahkan kalau perlu saya akan laporkan beliau ke polisi...
Paham kan ?

Jadi sebelum memukul seseorang, pahami dulu siapa lawanmu, Hok..!
Bila yang menghina dirimu atau keluargamu itu seorang anak kecil, orang idiot, orang gila atau nenek tua berusia 67 tahun, ya sudahlah... maafkan saja...
Gosah emosi, gosah marah-marah, gosah merasa terhina...
Hina tidaknya dirimu bukan ditentukan oleh orang lain, tetapi dari responmu terhadap serangan lawanmu.

Masa anda kudu memukuli setiap orang yang menghina keluargamu, ga peduli anak kecil, orang idiot, orang gila, nenek renta dll ?
Itu namanya membabibuta, Hok..
Ntar anda bakal lelah sendiri kehabisan energi...
Selain itu , anda sudah menurunkan level anda sendiri sejajar dengan mereka.

Apa ga malu, Hok ?

Sumber Status Facebook Agoes Ibrahim

Tuesday, August 4, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: