Pada Suatu April, 23 Tahun Lalu

ilustrasi

Oleh : Jojo Rohi

Herman Hendrawan, satu dari 13 aktivis yg diculik dan belum kembali hingga hari ini, masih berhutang laporan padaku. Dan janji bertemu sepulang dr Jakarta, hingga hari ini tak pernah tertunaikan.

Surat ini aku terima dari Herman Hendrawan tanggal 28 April 1996. Saat itu dia Ketua Presidium dan aku Sekjen Presidium KIPP (Komite Independen Pemantau Pemilu) di Jawa Timur. KIPP didirikan oleh para aktivis dr berbagai lembaga (mahasiswa, buruh, profesional, study groups, LSM) sbg organ perlawanan thd rezim Orde Baru. Gerakannya utk mendelegitimasi Pemilu-nya Suharto -1997-, bahkan memboikotnya dengan mengorganisir via gerakan Golput).

Berikut surat tulisan tangan Herman padaku------------------

Salam demokrasi!!!

Aku baru pulang dari TulungAgung + Kediri tgl.25 April 1996, dan di kedua tempat itu aku sudah ketemu dng teman2 (kelompok) yg siap bikin KIPP di sana. Dan mereka sepakat utk datang ke Surabaya sesuai dng rencana kita waktu rapat. Tolong kamu cek ke teman2 lain spt GMNI, PMKRI, PMII, serta LBH tentang rencana pertemuan itu. kalau sudah selesai (max tgl.31 April).

Oh ya tadi malam aku dpt telpon dari Jakarta (tgl.27 April, jam 01.00) untuk ke Jakarta, katanya ttg KIPP. Jadi aku hrs ke Jakarta, tp aku akan kembali max tgl.31 April. Dan mengenai laporan kepergianku akan aku laporkan kemudian (waktu rapat nanti). Aku sudah ketemu Albert (PMKRI) dan dia janji akan sudah ke Jember sebelum tgl.2 Mei.

Maaf aku tdk bisa ketemu langsung krn kondisi kesehatanku yg kurang baik (flu). Utk ke Jakarta saja aku paksain. Tp tolong ambil inisiatif utk konsolidasi. Sementara di tempatku semua lagi sibuk dng beberapa agenda acara penting (kongres), jadi temen2 tdk ada ditempat semua.

Mungkin itu saja dari aku, dan sekali lagi maaf tdk sempat ketemu.

Salam juang,
Herman Hendrawan.
-----------------------

Sumber : Status Facebook Jojo Rohi

Monday, April 8, 2019 - 07:30
Kategori Rubrik: