Pabrik Bir

ilustrasi
Oleh : Harun Iskandar
(Gajah di Pelupuk Mata Ndak Keliatan)
Resmi sudah Jokowi, Presiden Republik Indonesia, mencabut lampiran Daftar Investasi. Khususnya yang nomer 31, 32, dan 33.
Jadi sudah pasti dan sah, propinsi2 Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua, ndak boleh ada pabrik2 baru, yang produksi miras, minuman keras.
Kata Jokowi keputusan itu menimbang masukan dari stake-holder, masyarakat. Misal NU, Muhammadiyah, MUI, dan lain lain.
Banyak yang menyambut keputusan Presiden itu dengan 'takbir' . . .
Meski sedikit bingung. Karena pabrik2 itu rencana kan cuma dibuat di propinsi2 yang bau2 'tapir', yang tak haramkan miras, kok pada protes. Padahal ada beberapa daerah yang bikin perda2 'sarngi' pada diam.
Kalau omongnya 'peraturan' kan sebenarnya sama. Tapi ya begitulah. Mayoritas bebas . . .
Tapi, ya ndak papa seh . . .
Namanya aspirasi. NU saja omong, 'qoliilhu au katsiruhu', sedikit atau banyak, yang haram ya tetap haram !
Mantab . . .
Yang paling senang dan bahagia atas keputusan Presiden itu siapa ? Wong 'ngeslam' sak Endonesah ? Ngulama ?
Bukan . . .
Yang paling senang ya para pabrik Bir yang ada sekarang. Termasuk pemilik dan atau para pemegang sahamnya.
Kenapa kok seneng ? Ya karena ndak jadi punya saingan baru. Tetap bisa bebas menari diatas pasar atau konsumen yang ada. Ndak ada pendatang baru yang masuk pasar.
Pemilik dan atau pemegang saham seneng juga ? Ya, iyes !
Ada banyak lho, Pabrik Bir atau miras yang sudah ada dan tetep eksis. Lucunya, dan anehnya, justru bukan ada di 'Empat' Propinsi yang baru diusulkan. Propinsi Bali, dan kawan-kawan.
Jadi ndak adil ya ? Ya iyes.
Propinsi DKI Jakarta misal, propinsi 'sarngi' karena jualan ayat dan mayat ini, ternyata dari jualan Bir, dapat 'untung' sekian ratus Milyar Rupiah. Tiap tahun.
Kenapa ? Karena Pemerintah DKI Jakarta punya sekitar 26 persen saham di salah satu pabrik Bir . . .
Gajah di pelupuk mata ndak bisa liak, semut di sebrang lautan ketok jelas . . .
Makanya, kata 'takbir' yang suks diteriakkan oleh kelompok 'itha-ithu', sering diplesetkan.
Take Beer . . . !
Dilarang mabok apa saja. Termasuk mabok agama . . .
Wwk wk wk . . .
Sumber : Status Facebook Harun Iskandar
Wednesday, March 3, 2021 - 09:45
Kategori Rubrik: