Osama, Al Baghdadi, Tou Thaq, Yahya Waloni dan J Paul Zhang

Oleh : Fadly Abu Zayyan

Anda pernah menonton Film Mercury Rising? Film besutan tahun 1998 adopsi dari Novel “Simple Simon”. Film yang dibintangi oleh Bruce Willys dan mengisahkan tentang perburuan “Negara” kepada seorang bocah penderita Autis bernama Simon. Bocah yang dilabeli “Someone Knows Too Much” itu harus dihabisi karena dianggap membahayakan Keamanan Negara. Ia telah mampu membobol sebuah kode rahasia. Yaitu puzzle yang berisikan daftar nama aset Intelijen Amerika yang tersebar di seluruh penjuru dunia dengan berbagai latar belakang ras dan profesi. Meski bocah tidak berdosa dan sebenarnya tidak sengaja melakukan pembobolan itu, ia tetap harus dihabisi.

Bahkan beserta orang tuanya.Mari sejenak kita menengok apa yang terjadi di Amerika saat ini. Yaitu mengenai sentimen rasis Anti Asia, khususnya mereka yang berwajah oriental. Sejak meletusnya Pandemik tahun lalu, sentimen rasis terhadap “wajah cina” semakin menguat di sana. Dimulai dengan sebutan Covid-19 sebagai Virus China, sampai dengan kekerasan fisik terhadap beberapa orang. Ditambah lagi dengan kasus kematian George Floyd (warga kulit hitam AS) dimana salah satu pelaku adalah polisi berwajah oriental bernama Tou Thao.

Kelompok advokasi Stop AAPI (Asian American Pacific Islander) Hate melaporkan setidaknya sudah menerima 3.800 aduan lebih terkait insiden kebencian terhadap warga Amerika keturunan Asia. Mulai pelecehan verbal, hingga serangan fisik. Dan bisa jadi ini sebuah fenomena gunung es karena tidak semua kejadian telah tercatat. Hal ini juga mengingatkan kita tentang maraknya sentimen Anti Muslim dan “Wajah Arab” yang juga pernah terjadi di Amerika pasca kejadian 9/11 WTC oleh kelompok Osama bin Laden. Ditambah dengan eksistensi ISIS pimpinan Abu Bakar al Baghdadi di kemudian hari.

Jika kita mampu merangkum dan menarik benang merahnya, akan terlihat isu dan fenomena yang linear sebagaimana tesis yang pernah ditulis oleh Samuel Huntington tentang Perbenturan Peradaban. Dimana saat ini seolah-olah benar terjadi, bahwa musuh Kapitalis Barat (Amerika dan Sekutunya) adalah Peradaban Islam. Dan juga yang melesat jauh adalah China yang mungkin awalnya luput dari perhatian dan perhitungan karena menganggap era komunis telah berakhir.

Lalu bagaimana caranya agar “ramalan” perbenturan peradaban yang sebenarnya terdapat agenda pengurangan populasi dunia (depopulation by thanos) bisa terwujud? Selain virus yang bisa dijadikan sebagai senjata biologi sekaligus propaganda, adapula para martir sebagaimana nama-nama dalam daftar “Mercury Rising”. Osama bin Laden dan al Baghdadi mungkin saja adalah “Aset Thanos” di level elit dengan jaringan transnasionalnya. Pada level pion bisa saja terdapat nama Yahya Waloni dan Joseph Paul Zhang yang bertugas untuk mengolok-olok Agama. Dan tentunya juga akan berimbas kepada sentimen Rasis ketika sosok seperti Zhang sebagai pelakunya. Sekali tepuk dua lalat! Waspadalah!

*FAZ*

#SILIT

Sumber : Status Faceook Fadly Au Zayyan

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *