Ormas yang Benar dan yang Abal-Abal dalam Penanganan Bencana

ilustrasi
Oleh : Alim
Selama berkecimpung di dunia bencana, saya mengamati mana ormas yang benar-benar bekerja menolong masyarakat terdampak, mana yang tukang tancap bendera/spanduk; mana yang benar-benar menyentuh tangan masyarakat, mana yang foto2 terus pergi.
Yang cuma nampang itu tidak pernah srawung, berinteraksi dengan working grup ormas kebencanaan, baik saat di lapangan, apalagi dalam koordinasi-koordinasi pra-bencana. Mereka seperti hidup di dunianya sendiri, tapi pamer di medsosnya top banget.
Ormas yang abal-abal biasanya ubyang ubyung, ke sana ke mari ngasih sembako, foto-foto, pasang bendera dan spanduk lalu pergi. Ada juga yang bantu angkut-angkut 1-2hari awal, posting di medsos, lalu pulang.
Ormas yang benar-benar akan bekerja dengan ilmu dan etika penanganan bencana yang baik, koordinasi dengan stakeholder lain dengan baik, transparan dalam anggaran, bekerja dengan strategi yang baik dan bertahan lama di lapangan.
So, Kalau mau nyumbang masyarakat terdampak, silakan melalui lembaga-lembaga yang memang kerja. Di antara yang bisa dipercaya antara lain organisasi yang terhimpun dalam Humanitarian Forum Indonesia (HFI) dan PMI. HFI adalah kumpulan lembaga-lembaga kemanusiaan berbasis agama yang selalu bekerjasama satu sama lain baik pada fase pra bencana, saat bencana juga saat pasca bencana.
Anggota HFI ada 18 organisasi:
1. Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC)
2. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI-NU)
3. BAZNAS Tanggap Bencana
4. Dompet Dhuafa
5. Caritas Indonesia (KARINA)
6. Wahana Visi Indonesia
7. YAKKUM Emergency Unit
6. Perkumpulan Peningkatan Keberdayaan Masyarakat
7. Human Initiative
8. Church World Service
9. Habitat for Humanity Indonesia
10. Unit PRB Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia
11. Rebana Indonesia
12. Rumah Zakat
15. ADRA Indonesia
16. Asian Muslim Charity Foundation
17. Yayasan Kemanusiaan Muslim Indonesia
18. Nurul Hayat
 
Sumber : Status Facebook Alim
Wednesday, January 20, 2021 - 09:00
Kategori Rubrik: