Organisasi Wakil Tuhan Di Bumi

ilustrasi
Oleh : Saud Hasiholan Napitupulu
Apa fungsi dari MUI (Majelis Ulama Indonesia)???
Apa Fungsi dari PGI atau MGI (Majelis Gereja Indonesia)???
Apakah mereka sebagai wakil Pemerintah???
Atau Wakilnya Tuhan dibumi???
Lalu siapakah yang mengangkat mereka, apakah pemerintah?. Apakah Tuhan?.
Saya lebih percaya dan menghormati NU (Nahdlatul Ulama). Mereka lebih fokus mengarahkan umat kepada kebenaran dan keadilan, dibandingkan kepada kepentingan dunia. Mereka ikut berpartisipasi membangun negri, dengan tetap selalu mengedepankan toleransi antar umat beragama, tetapi tetap memegang teguh kaidah-kaidah agama. Mereka dari dulu tidak pernah saya lihat gila hormat atau memaksakan kehormatan. Tetapi mereka dari dahulu tetap dihormati dan disegani oleh agama-agama apapun diseluruh Indonesia. Mereka diam jika difitnah, mereka sabar walau disakiti. Mereka adalah orang beragama, bukan pura-pura beragama.
Mereka sangat tahu hukumnya halal dan haram, tetapi mereka tidak menghakimi siapapun, melainkan mereka menasehati jika mereka menemukan kesalahan dan kejahatan.
Saya selalu membaca sejarah NU, bahkan saya mengambil pelajaran tentang hidup yang baik antar sesama manusia, yang sebagiannya dari tokoh-tokoh NU. Apa yang pernah kita dengar tentang NU. Apakah mereka pernah memaksakan kaidah mereka kepada agama yang selain mereka?, Apakah mereka meminta bayaran atau mengkomersilkan hukum agama dengan uang (haram dan halal)?. Apakah mereka pernah menghujat pemerintahan yang dipilih rakyat?. Apakah mereka pernah menyakiti atau mengganggu keyakinan orang yang tidak seiman dengan mereka?. Lakum dinukum waliyadin, rahmatan lil alamin. Adalah pegangan toleransi mereka, terhadap sesamanya yang tidak seakidah dengan mereka.
Maaf apakah Allah dan Nabi dalam Islam berbeda?.
Tentunya tidak bukan???.
Lalu mengapa Islam menjadi berbeda-beda???.
Pastinya ada yang salah pada masing-masing orang, dalam menafsirkan agama dalam kehidupan nya masing-masing.
Hal ini saya tidak saja melihat terjadi pada agama Islam saja. Tetapi juga pada agama Kristen dan lain-lain.
Agama adalah buku petunjuk atau buku panduan, bagaimana caranya setiap manusia memuji dan menyembah kepada Tuhannya, menghormati dan mengasihi sesamanya. Bukan sertifikat untuk masuk sorga. Sehingga kalau orang sudah merasa paling beragama, maka sudah pasti akan masuk sorga.
Loh..loh...nanti dulu. Apakah kita sudah benar-benar memuji dan menyembah Tuhan dengan benar dan sebenar-benarnya?. Apakah kita sudah mengasihi dan menyayangi sesama kita dengan benar dan sebenar-benarnya?.
Tuhan itu satu, dan sesama kita juga satu yaitu seluruh manusia, yaitu seluruh mahluk yang dinamakan manusia, tanpa ada perbedaan.
Apakah Tuhan yang Esa itu, membeda-bedakan manusia???.
Belajarlah dari NU (tentang sikap hidup yang baik dan benar), jalankan agama kita masing-masing.
Karena NU menghormati semua agama, tetapi mereka selalu mengajarkan sikap saling menghargai dan menghormati, mengasihi dan menyayangi kepada semua manusia. Itulah cara hidup beragama yang benar. Apapun agama kita.
Jangan munafik (Menjadi Penipu)!.
Orang dikafir-kafirin, tetapi uang dan segala sesuatu dari yang kafir ditelan dan diterima juga.
Hidup itu dibawa sederhana saja, jangan dibuat ribet. Sebab iblis itu hidupnya ruwet dan ribet. Tetapi manusia sejak awalnya segalanya telah disediakan Tuhan (segalanya tersedia dan bahagia). Hanya saja manusia itu sendiri yang mau ditipu daya sama iblis (menjadi manusia-manusia berkelakuan iblis, kejam dan jahat). Sehingga semua dibuat ruwet dan ribet.
Nah...Indonesia dengan segala kekayaan alamnya
Adalah gambaran dari taman Firdaus dari sorga.
Kita hanya tinggal menjaga, memelihara dan menikmatinya saja.
Pastinya kita semua akan aman, damai, makmur dan sejahtera. Jika saja kita semua tidak menjadi tamak dan serakah. Percayalah!!!
Untuk para pendeta yang mabuk agama. Yang seolah-olah kepenuhan Roh Kudus!. Jangan paksakan orang menjadi Kristen. Tetapi ajaklah orang mengenal Kebenaran. Ketahuilah tanpa Allah (Roh Kudus), tidak akan seorangpun dapat datang kepada Kebenaran itu sendiri. Tugasmu bukan untuk membawa orang kepada Kekristenan, melainkan membawa banyak orang kepada Kebenaran. Jadi mulailah pada hidupmu sendiri, yaitu hidup baik dan benar dihadapan semua orang.
Jangan kekristenan dijadikan sarana untuk memperkaya dirimu sendiri. Itulah perintah Tuhan yang sesungguhnya.
Berbahagialah setiap orang yang membawa Damai, karena sesungguhnyalah mereka Anak-Anak Allah (agama apapun). Dan mereka adalah pemilik Kerajaan Sorga. Percayalah!!!
Sumber : Status Facebook Saud Hasiholan Napitupulu
Sunday, February 28, 2021 - 17:00
Kategori Rubrik: