Order Esemka

ilustrasi

Oleh : Harun Iskandar

Dari Surabaya balik ke Jakarta lewat tol. Biasa. Tapi sengaja keluar pintu tol Karang Anyar. Mau nyekar ke Matesih, Karang Anyar. Makam Eyang Kakung Putri Nyonya. Lumayan jauh dari titik keluar tol . . .

Dari Matesih lanjut seperti rencana. Kunjungan ndak resmi ke Pabrik Esemka. Merek mobil yang bikin heboh sak Indonesia.

Mampir di Karang Pandan dulu. Makan siang yang telat. Menu Sate Kalkun. Plus 'ngupi2' . . .

Meski area pabrik masuk kabupaten Boyolali, namun tak jauh dari Surakarta dan Kartasura. Setelah bandara Adi Sumarno, nrobos bawah jalur tol Solo-Ngawi. Tiba juga disana . . .

Sebuah pabrik yang dikelilingi persawahan hijau asri . . .

Tiba kebetulan pas waktu bubaran kerja. Security agak kebingungan. Ndak biasa terima tamu yang mau beli produk. Sekarang baru ada pabrik, showroom belum siap. Lagipula sudah usai jam kantor.

Saya sedikit ngeyel karena sudah jauh2 datang dari Jakarta. Masak pulang sia-sia . . .

Akhirnya kami dipersilakan masuk dan nunggu. Isi buku tamu. Tinggalkan KTP. Saat nunggu, berkali-kali balas senyuman para Karyawan muda-muda yang lewat akan pulang. Naik sepeda montor. Ramah-ramah . . .

Tak lama saya dipersilakan masuk. Ditemui bagian operasional atau apa ndak jelas. Pak Leo. Bicara ngalor-ngidul. Alamat rumah, sekolah anak2, di sela2 ngobrol produk mereka, Esemka Bima 1.3 dan 1.2. Dibagi juga brosur.

Masuk ke ruang meeting, ditemui pula oleh Pak Derry, sang Komisaris. Saya tahu dari kartu nama yang diberikan. Masih muda. Biasanya jarang datang. Kalau manggil pak Leo, dengan sebutan 'Om' . . .

Panjang lebar pak Derry bicarakan hal-ikhwal Esemka. Pelan-pelan. Hati-hati. Tapi sangat terbuka. Apa saja hambatan dan kesulitannya. After sales service, para supplier pemasok komponen, sampai bentuk dan tampilan 'web' perusahaan.

Dan ndak lupa jelaskan Esemka type SUV yang ditunggu-tunggu. Dengan type Bima kami sempat foto2. SUV ndak ada. Lagi dibawa keluar, katanya. Ndak ada model untuk foto2. Jadi untuk sementara harus cukup puas dengan foto nyender Esemka Bima 1.3 dan 1.2

Ya sudah, kemudian kami sepakati beli 1 unit Esemka Bima 1.3. Pak Derry beri nomer WA sambil pesan, agar saya kirim nomer WA juga. Nanti bagian Marketing akan hubungi saya ke rumah di Jakarta.

Untuk tuntaskan proses pembelian. Penawaran resmi, cara pembayaran, dan lain-lain. Harga 95 juta off the road. Deal !

Kami pun pamit pulang . . .

Sekarang sudah jelas semua. Pabrik jelas ada. Magrong-magrong. Tentu saja belum semegah pabrik mobil Toyoya atau Honda. Masih jauh.

Yang dijual baru Esemka type 1.3 dan 1.2. Pick up. Kalau beli satu atau dua unit, bisa segera dipenuhi. Kalau banyak nanti dulu. Januari tahun depan baru produksi massal 'beneran'.

Model SUV ? Baru prototype. Sementara jangan ditunggu dulu . . .

Mungkin type pick-up ini di release untuk test pasar. Lihat, pantau, dan analisa respon pasar. Oke ndak ? Perlu ndak ? Segera ndak ? Untuk munculkan type2 lain. Termasuk SUV yang tampil gagah itu . . .

Tulisan ini bukan hoax. Terlampir juga foto2. Nomer WA pak Derry tentu saja ndak bisa saya lampirkan sebagai bukti . . .

Wong Jawa Timur mungkin bisa lihat model Bima ini. Ndak usah jauh-jauh ke Boyolali. Pak Derry info, bu Khofifah, Gubernur Jawa Timur undang untuk bawa contohnya. Ndak tahu ada acara apa. Mungkin sekedar arrange bagi Esemka kesempatan untuk eksebisi . . .

Ya sudah. Laporan selesai. Jika serius beli, monggo ditindak-lanjuti. Yang ndak suka dan ndak mau beli jangan nyinyir. Sok kaya mau beli dan bagi2 untuk para tetangga . . .

Sumber : Status Facebook Harun Iskandar

Wednesday, September 18, 2019 - 07:45
Kategori Rubrik: