Orang Yang Puber Agama

Oleh : Amirsyah Amirsyah

Pengalaman yg sama. Merasa mau (sudah) berhijrah, yg lain dianggap salah munafik kafir belum dapat hidayah. Merasa mendapatkan nikmat iman, merasa dekat dengan Allah, yg beda dianggap pendosa, penista, ditanya kapan matinya. Pengalaman saya ini bermula saat kenal rohis di SMA, memuncak saat terjaring mentoring liqo waktu kuliah, makin edan setelah menganggap partai politipks catut agama adalah bagian penting dari keIslaman saya

Saking bodohnya saya, sampai menganggap rendah keimanan dan keislaman manusia luar biasa seperti KH. Gus Dur, Habib Muhammad Quraish Shihab dan banyak lagi yg lainnya. Jika ada orang2 seperti saya yg dulu ini, itu tanda-tandanya puber agama. Ingat, puber agama gak tergantung umur, bisa baru baligh hingga kakek-nenek. Puber agama gak mengenal tingkat pendidikan, ada yg gak bisa baca hingga yg S2-S3 di Jepang, Jerman, USA. Bisa yg baru masuk kerja hingga level direktur, bisa CPNS hingga Eselon, dan sejamaahnya. 

Alhamdulillah, sekarang (insyaallah) sudah insyaf karena banyak baca, banyak ikut nasehat Ulama Asli yg sangat ahli dan tinggi ilmunya. Ciri ulama yg tinggi ilmunya adalah santun, damai, dan tidak kopar-kapir, tidak caci-maki, dan bisa dikatakan tidak mungkin cabul. 

Inilah pengalaman saya yg pernah puber agama Bagaimana pengalaman Anda? Atau jangan-jangan masih enjoy berlama-lama dalam masa puber agama?

Sumber : facebook Amirsyah Amirsyah

Sunday, June 3, 2018 - 10:15
Kategori Rubrik: