Orang Pekok Boleh Berbohong

Oleh : Rudi S Kamri

Logika orang pekok memang kebalik-balik. Dan biasanya ini bersifat komunal atau berjamaah. Mereka dengan mudah menyebarkan kebohongan kepada masyarakat dengan tujuan merusak daya nalar rakyat dan menciptakan distorsi informasi. Tapi saat ketahuan mereka selalu memposisikan menjadi korban yang merasa didzolimi karena kepekokannya. "Orang pekok kok dihujat sih, kan pekok itu sudah garis tangan", kata mereka memelas. Bagi mereka orang pekok sah-sah saja kalau berbohong.

Penyakit pekok itu berpotensi menular khususnya kepada kelompok TUNA NALAR. Sebagai contoh yang dilakukan oleh si manis gemulai Bengkong Keong Mardani Ali Sera. Entah dia memang bodoh bawaan lahir atau bodoh karena kesombongan. Dia bilang Prabowo orang pertama yang mencapai puncak Everest ? Ini kebohongan yang dilakukan oleh orang bodoh yang paling memalukan. Di era globalisasi informasi seperti ini masih ada orang yang berani berbohong demi ambisi, heran gak ?

Kita jadi malu dengan Ibu CLARA SUMARWATI yang tercatat dalam literasi dunia sebagai orang Indonesia pertama dan perempuan Asia Tenggara pertama yang mencapai puncak Everest pada tanggal 26 September1996. Meskipun ada kontroversi atas pencapaian Ibu Clara SUMARWATI tapi dunia telah mencatat bahwa beliau adalah orang Indonesia pertama yang mencapai puncak Everest. Kita juga malu dengan Bapak ASMUJIONO anggota Kopassus yang merupakan laki-laki pertama Indonesia yang mencapai puncak Everest pada April 1997. Entah Ibu CLARA atau Pak ASMUJIONO sebagai orang Indonesia pertama yang mencapai puncak Everest, yang jelas BUKAN PRABOWO.

Dan kita harus waspada pola penyebaran kebohongan ini akan terus dilakukan oleh kelompok mereka. Dimulai oleh Ratna Sarumpaet, kemudian Si Bengkong Keong Mardani Ali Sera dan besok oleh siapa lagi. Ini sudah menjadi modus dan pola baku strategi kampanye mereka. Mereka menggelontorkan isu HOAX dan ujaran kebencian sebanyak mungkin ke masyarakat. Dengan harapan menciptakan distorsi informasi dan kegaduhan sosial di masyarakat. Dan membuat emosi masyarakat berkobar terbakar. Lalu apa yang terjadi setelah terbakar ?

"Rampoklah tetanggamu yang rumahnya sedang kebakaran".

Masih ingat siapa yang ngomong seperti itu ?
Yang jelas pasti BUKAN Jokowi.

Salam SATU Indonesia,
Rudi S Kamri
11102018

 

Sumber : facebook Rudi S Kamri

Friday, October 12, 2018 - 12:00
Kategori Rubrik: