Orang-Orang Stress Tingkat Dewa

Oleh: Iyyas Subiakto

Makin mendekati pilpres makin banyak yg stress karena usaha mendekat ke istana tidak ada tanda2 diterima. Dimulai pendekatan Sby menjual pangeran karbitan wira wiri ke istana sampai pula ke Solo datangi Gibran sbg pendekatan, dapatnya nyicipi martabak doang.

Sekelas Sby tdk bs membaca akhlak keluarga Pak Jokowi kok kasian banget. Apa dia lupa catering anaknya selama 10 thn menolak orderan pemda Solo, Gibran adalah penentang utama Pak Jokowi berpolitik. Jangankan diajak nepotisme, komentar saja dia males. Adiknya Kaesang ngontak rumah di Sunter tetangganya saja nggak tau kl dia anak Jokowi. Hal2 yg kasat mata begini tak dimengerti ya bs mati bediri ngelawan Jokowi.

 

 

Pendekatan tak direspons mulai menyerang dgn kalimat murahan sekelas orang ngerumpi dipinggir jalan, cara kasar dan murahan kok mau jd negarawan.

Bisa kita amati, semua calon oposisi modalnya cuma caci maki. Dari AR dan anak2nya, PS dan para penjilatnya, GN dan gengnya, bahkan RR yg kelas jd ketua RT saja tak mampu bicaranya ngawur kemana2. Ibarat mau tanding naik ring, mereka bkn latihan sesuai aturan, menangnya mau pakai palu langsung mukul kepala. Ini bkn pertandingan tapi pembunuhan namanya. Dan pasti rakyatlah lawannya.

Keberadaan Jokowi pada perpolitikan nasional dan dunia menjadi catatan sejarah luar biasa. Cara kerjanya, konsistennya, nafsunya, sabarnya, dan selerapermusuhannya yg sangat rendah sampai2 lawannya stress semua. Yang membuat makin gila, para lawannya ternyata punya jago yg akan di paksa utk bertanding, jadi sdh kelihatan bhw nafsunya hanya utk kekuasaan belaka.

Sudah brp isu capres yg mau di gulirkan.
1. JK-AHY.
2. AR-PS.
3. AB-AHER.
4. GN-AB.
5. PS-RR.
6. 9 CAPRES PKS.

Gila kan zaman Jokowi, bs ada 14 capres dan cawapres yg nafsu politiknya membuncah tanpa pernah mengukur bhw jualan kecap basi sdh tak zamannya lagi. Ini zaman kerja bkn zaman cerita sinderela.

Tapi pemakluman hrs juga kita terima, karena diantara yg ada, nafsunya menggila semua ,cuma AHY yg msh muda, lainnya sdh masuk fase barang lama, shg cuma skrg kesempatannya, 2024 keatas mereka sdh pada linu tulang semua. Sekarang kita yg harus cerdas memilah semua. Maukah ada presiden yg sudah tua2, sakit tulang pinggang dan kena asma.

Ah sepertinya tidak deh. Karena Indonesia masih banyak anak muda yg mampu berkarya. Masak lu lagi lu lagi.
Ini zaman Kylian Mbappe membuat Messi pulang. Sekarang Jokowi membuat kalian kayak pecundang.

SELAMAT DATANG GENERASI EMAS INDONESIA. DENGAN ANAK MUDA YG PUNYA DAYA JUANG BKN PECUNDANG YG CUMA MAU DAGANG.

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Monday, July 2, 2018 - 20:30
Kategori Rubrik: