Orang-Orang Bodoh Beragama

ilustrasi

Oleh : Asrof Husin

Orang2 bodoh beragama, rajin beribadah puluhan tahun beribadah, hanya membuat hatinya lebih keras dari batu, semuanya hanya rutinitas ritual yg hampa, makna/hakikat tidak pernah sampai dan meresap dijiwanya.

Orang2 bodoh beragama, puluhan tahun berpakaian agamis, puluhan tahun membaca ayat suci, tidak pernah meresap, tidak pernah ada hakikat, yang ada
" Hatinya lebih keras dari batu ".

Orang2 bodoh beragama, kupingnya tuli, matanya buta, dan yg sebenarnya bukan matanya yg buta tetapi hatinyalah yg buta, tidak bisa membedakan mana yg salah dan mana yg benar, mana warna putih dan hitam, hatinya menolak kebenaran, baginya semua yg keluar dari mulutnya itulah kebenaran, dirinyalah yg paling benar, karena hatinya lebih keras dari batu.

Orang2 bodoh beragama, setiap hari membaca ayat2 suci, tetapi hanya sampai ditenggorokannya saja, tidak pernah tersimpan dihatinya, tidak meresap dijiwanya, tidak pernah sampai diakalnya, tidak pernah terimpan diakalnya, karena mereka hanya punya tenggorokan dan tidak punya hati, karena mereka hanya punya tenggorokan dan tidak punya akal, dan faktanya hoax dan fitnah telah menjadi ayat sucinya.

 

Orang2 bodoh beragama, tidak pernah membenahi hati, tidak pernah membersihkan hati, terus tenggelam dalam kedengkian dan kebencian, bangga dengan hatinya yg hitam, tingginya ego beragama, tingginya kesombongan beribadah, tidak pernah tahu hakikat agama, merasa dirinya yg paling benar dan kebenaranpun tertolak karena sudah tidak ada sedikitpun ruang dihatinya, sudah penuh dgn kedengkian dan kebencian.

Orang2 bodoh beragama, berkata bahwa dirinya pemilik kavling surga dan iblis pun terbahak tertawa dan berkata : " Mereka semua sahabat kami pemilik kavling neraka ".

Orang2 bodoh beragama, merekalah yg sebenarnya perusak agamanya sendiri, menghina, memalukan dan merendahkan agamanya sendiri, tetapi mereka malah bilang " Kami adalah pembela agama ".

SALAM DAMAI.
Tulisan singkat ini tdk digeneralisasi
khusus utk yg bodoh, merusak dan radikal.

Sumber : Status Facebook Asrof Husin

Sunday, October 25, 2020 - 13:30
Kategori Rubrik: