Orang Islam Pernah Sholat Menghadap Masjid Al Aqsa

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat

Dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha

Begitulah bunyi teks ayatnya ketika Al-Quran menceritakan peristiwa isra' Nabi Muhammad SAW. Tidak ada yang keliru, sebab begitulah teks Al-Quran menyebutkan.

Tetapi . . .

Kalau kita perhatikan sejarah atau sirah nabawiyah, peristiwa Isra' ini terjadi ketika Rasulullah SAW masih tinggal di Mekkah. Belum lagi hijrah ke Madinah. Dan pastinya belum terjadi peristiwa Fathu Mekkah.

Artinya, pada saat peristiwa ISra' itu terjadi, masih banyak berhala yang disembah di seputaran Ka'bah, juga di dalamnya. Ada banyak berhala besar, di antaranya Latta, Mana, Uzza dan juga Hubal. Jumlahnya totalnya disebutkan dalam satu riwayat mencapai 300 biji.

Dan satu lagi yang perlu dicatat, Ka'bah di masa itu masih dijadikan tempat ibadah orang kafir musyrikin Mekkah. Mereka melakukan tawaf dengan cara yang batil, seperti bertepuk-tepuk dan bersiul-siul sambil telanjang tanpa busana dengan putaran yang berlawanan arah dengan yang kita lakukan sekarang.

Pendeknya, tempat itu adalah tempat ibadahnya orang kafir. Ada berhala, ada kesyirikan, ada qurban untuk berhala dan semua yang haram-haram ada di situ.

Namun di dalam Al-Quran, tempat itu tetap saja Allah sebut dengan masjid. Meski pada kenyataannya belum jadi masjid yang kita kenal sekarang ini. Pada kenyataannya justru masih berupa tempat ibadah agama lain, yaitu agama para penyembah berhala.

Dalam hal ini, Nabi SAW sampai tidak mau ikut barengan dalam beribadah. Kalau pas orang kafir lagi ibadah di depan Ka'bah, pastinya Nabi SAW tidak mau ikutan. Barulah kalau sudah sepi, Beliau SAW maju untuk shalat di depan ka'bah.

Oh iya, saat itu qiblat shalat juga masih ke Masjid Al-Aqsha ya, belum disuruh ke arah Ka'bah. Peristiwa itu baru terjadi nanti setelah hijrah ke Madinah. Tapi di Mekkah saat itu Nabi SAW tetap ingin melakukan bundling, shalatnya selain menghadap masjid Al-Aqsha, juga sekalian menghadap ke Ka'bah. Dan keduanya bisa dilakukan dengan mudah. Intinya, Beliau tetap shalat di depan Ka'bah meski ada banyak berhala. Yang penting timing nya tidak nyampur bareng orang kafir dalam satu waktu dan satu jamaah.

Nanti kira-kira 10 tahun lagi baru akan terjadi peristiwa Fathu Mekkah (tahun ke-8 hijriyah), dimana semua berhala itu akan disingkirkan. Secara teknik, barulah sejak momen Fathu Mekkah itulah Masjidil Haram berfungsi sebagaimana lazimnya masjid yang sebenarnya. Sebelumnya, meski tetap disebut sebagai masjid, namun hanya sebutan saja. Karena dalam kenyataannya masih menjadi rumah ibadah agama lain.

Jadi tema kita ini soal penyebutan di dalam Al-Quran yang kurang sesuai dengan kenyataan, kalau diukur pakai bahasa eksak. Masalahnya Al-Quran itu kitab sastra yang tinggi. Apa yang diungkap tidak harus selalu sejalan dengan bahasa eksak.

Ada banyak bentuk majaz, seperti ungkapan : Aku melihat singa di atas podium sedang mengaum menggelegar. Maksudnya ada seorang orator yang menggetarkan massa di atas podium, seperti seekor singa dengan mengaum.

Urusan bahasa inilah yang perlu dipelajari ilmunya. Jangan sampai kita jadi orang bermazhab Zhahiri, dimana semua ayat diterjemahkan secara eksak apa adanya. Nanti kebingungan sendiri.

Kira-kita mirip kalau kita menyebutkan bahwa di usia 25 tahun, 'Rasulullah SAW' menikah dengan Khadijah. Perhatikan diksi yang saya pakai : Rasulullah SAW. Lah itu kan gelar yang baru dimiliki setelah beliau berusia 40 tahun. Sebelumnya belum ada gelar : Rasulullah SAW bagi beliau.

Kalau mau pakai bahasa yang eksak, kita tidak menyebut 'Rasulullah SAW', tetapi kita menyebutkan 'Muhammad' saja.

Tapi ya itu tadi, kok agak terasa janggal ya kalau kita menyebut beliau dengan nama asli Muhammad begitu saja. Rasanya aneh gimana gitu. Secara rasa bahasa kita tetap menyebutnya sebagai : Rasulullah dan bukan sekedar Muhammad. Meski saat itu belum jadi utusan Allah.

Bagaimana?

Pusing ya baca tulisan saya ini?

Ya, sudah istirahat saja sambil seruput teh manisnya dan segigitan pisang goreng hangat.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat, Lc.,MA

Wednesday, April 3, 2019 - 16:30
Kategori Rubrik: