Orang Gila yang Takut Sama Kawannya

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Dalam jumpa pers dan keterangan pada internal tim pemenangan paslon no.2 di Malang pd 13 Jan 2019, Djoko Santoso ketua timsesnya mengatakan bahwa bila ada potensi kecurangan pilpres maka Prabowo akan mundur. Indikasinya karena orang gila dibolehkan nyoblos. Saya harus segera pulang katanya, karena akan ada pidato kebangsaan Prabowo Subianto pd senin 14 Jan 2019 di Jakarta. Kita baru saja melihat pidatonya, ngelambiyar kemana-mana, tapi bagusnya jadi makin jelas, kita yg waras jgn sampai memilihnya, ngeri !!!

 

 

Saya mesem, kok urusan mau mundur karena takut ama suara orang gila. Jujur saya ya nggumun KPU jg ya ikut gila, orang gila itu kan sudah tidak bisa diminta pertanggung jawaban, dia jg gak ngerti presidennya siapa, partainya apa, warna saja mungkin dia lupa, namanya saja gila. KPU malah sibuk mendaftarkannya jadi pemilih. Bukan ngurus DPT yg banyak gak kedaftar malah orang gila didaftarkan, yg waras dibiarkan, yg gila mau diwaraskan, akhirnya dijadikan celah ama paslon yg sudah mencium aroma kekalahan.

Pikiran gerombolan kurang kerjaan ini memang menggelikan, lha cari alasan gak cerdas blas. Kalau mereka takut dicurangi dari jumlah suara orang gila, lha jumlahnya cuma berapa, kan rumah sakit jiwa bisa dihitung berapa, kotak suaranya juga gampang diberi tanda, mungkin di cat merah saja ditulis kotak gila, mudah-mudahan yg dicoblos no.2, karena dia ingat gambar kawannya.

Gila yg direhabilitasi sebenarnya punya potensi waras lagi, yg punya potensi gila yg lebih berbahaya, gentayangan kemana-mana. Coba kita lihat tanda-tandanya, teriak PKI gak terbukti, TKA Cina dibilang 20 jt, gak taunya cuma beberapa ribu saja, oplas katanya dianiaya, surat suara 70jt, juga tidak ada. Semua ini kan perkataan orang gila. Sekarang mau dicampurkan sama kawannya yg sudah duluan pada ketakutan. Hahaha,..memang Jokowi gak gampang jadi presiden, karena yg gila juga rakyatnya dan harus diurus walau beda pilihan dan selama ini ngajak musuhan.

Sabar ya pak, memang orang gila kadang kekanak-kanak'an. Maklumlah gila kekuasaan.

Dari jendela rumah sakit tiba-tiba ada yg menyapa,..hallo sedang berenang ya..padahal kita sedang naik sepeda hadiah pemenang lomba hafalan pancasila. Walau tadi salah sebut, keadilan sosial, kesebut ketololan sosial..hehe maaf lupa.

#SUDAHLAHJOKOWISAJA

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Monday, January 14, 2019 - 22:30
Kategori Rubrik: