Orang Berpendidikan Tanpa Logika

ilustrasi

Oleh : Munawar Khalil

Setiap tindakan yang kita lakukan berdasarkan pikiran jika sudah kita tuangkan dengan perasaan emosi, baik itu lewat lisan maupun tulisan seringkali menimbulkan output yang buruk. Apalagi jika ia di ucapkan di tengah kerumunan, tepuk tangan, sorak sorai, caci maki, dan teriakan takbir yang palsu.

Orang-orang yang dikenal dari kalangan terdidik dari grade 1 sampai 3 pun tidak luput dari wabah ini jika emosi dan perasaannya tidak mampu ia kendalikan. Mereka berlomba membagikan informasi syubhat berdasarkan algoritma berpikir mereka.

Hanya saja, yang grade-nya di bawah 3 level ini biasanya adalah korban dari massifnya kesesatan berpikir orang-orang yang grade-nya berada di atasnya. Dan mereka tidak sadar tergiring ke dalam situasi yang berada di luar batas normal tadi. Bahkan mereka ikut-ikutan menganggap orang-orang yang berada di luar mereka itu yang salah dan cacat logika berpikirnya.

Inilah salah satu contoh dampak buruk media sosial. Ketika pembaca informasi yang jauh dari pusaran politik langsung menerima informasi yang beredar di depan mereka tanpa mampu mereka seleksi dengan baik. Asal cocok dengan alur mereka, maka itulah kebenaran yang sebenar-benarnya.

Tapi ketika dampak dari apa yang kita tuangkan lewat lisan dan tulisan tadi menyasar kediri kita, barulah kita membuka mata 'sementara' bahwa oh saya khilaf. Dan sebaliknya jika dampaknya belum kena kita, di sana hanya kebenaran yang ada. Makanya kita mengucapkan dan menuliskannya dengan gagah dan berani seperti merasa bahwa kita ini sedang menjalankan misi jihad melawan kemunkaran.

Jika bicara khilaf-khilafan, semua orang memang tempatnya berbuat khilaf. Hanya saja yang disayangkan, rata-rata mereka yang berbuat khilaf adalah bagian dari korban perseteruan elit-elit yang tujuannya hanya satu ; merebut kekuasaan.

Sementara yang di bawahnya tidak mendapat apapun dari perseteruan tersebut. Dapat masalah sih iya..

#kita_khilaf_yang_keberapa_hanya_karena_pilpres?

Sumber : Status Facebook Munawar Khalil

Tuesday, May 14, 2019 - 12:00
Kategori Rubrik: