Oposisi, Belajarlah Kalian Menghargai Pemimpin

Oleh : Damar Wicaksono

Oke.. mari kita serius ya.. dari kemaren usil terus

Temen2 oposisi Jokowi..

Belajar lah mengapresiasi kerja seorang pemimpin.

Anda boleh saja punya preferensi dan gambaran pemimpin yang ideal. Yang ganteng, gagah, dari profesi tertentu, dari keturunan tokoh politik atau ningrat tertentu atau syarat lainnya. Itu boleh saja

Tapi melecehkan seorang pemimpin yang punya rekam jejak bagus hanya karena dia kurus cungkring, bukan keturunan tokoh tertentu atau dari profesi tertentu dan tampilannya "dianggap ndeso", adalah sebuah kenaifan

Presiden Anda sekarang adalah Joko Widodo. Bukan Reccep Tayep Erdogan atau Vladimir Putin atau Luthfi Hasan Ishak #eh.

Terima itu..

Jokowi membuktikan berkali2 bahwa pandangan miring juga isu hitam (misal dia diisukan keturunan PKI) itu SALAH BESAR.

Kalo bukan dia Presidennya, mungkin tak akan ada 9 menteri alias hampir 40% adalah perempuan. Terbukti minimal setengahnya berprestasi tinggi. Bahkan salah satunya bahkan "hanya" seorang DO SMA tapi sanggup dibicarakan dunia internasional dengan tone positif

Kalo bukan dia Presidennya, warga Bogor pelintas Jagorawi tak akan banyak memberi respek padanya. Iring2an Presidensial di jalan tol Jagorawi setiap hari tak banyak merepotkan warga. Itu fakta boss!

Jokowi lah yang membubarkan Petral, yang sudah lama diwacanakan sebagai benalu dalam perdagangan dan komoditas migas kita

Jokowi lah yang membuat negara2 jiran itu malu, karena sekian lama berkoar sebagai "negara eksportir ikan" tapi ikannya dari laur Indonesia. Ia mengijinkan Susi menenggelamkan ratusan kapal bernilai triliunan milik pencuri ikan

Jokowi lah yang membuat jargon "Pemerataan pembangunan" benar2 direalisasikan di Indonesia Timur dan wilayah perbatasan. Program Energi Berkeadilan milik Kemen ESDM misalnya. Atau Tol Laut (yg kata mas Somad adalah jalan tol di atas laut). Atau Kapal Ternak. Atau Program penyamaan harga BBM.

Maka..
Saat temen2 usil mengatakan bahwa "oposisi dilarang lewat jalur2 baru di Tol Trans Jawa dan Sumatera", itu adalah sindiran pedas buat Anda, duhai temen2 oposisi yang susah sekali objektif menilai kerja Jokowi

(Khusus sebagian temen2 simpatisan dan kader PKS sih saya maklum kenapa benci Jokowi. Semua bermula sejak pilgub 2012

Anda boleh ngga suka, tapi jangan benci
Anda boleh benci deh, tapi jangan fitnah

Memang..
Saya tahu Anda yang begitu hanya minoritas. Tapi Anda2 itu berisik sekali ya

Jadi kami putuskan untuk melawan.

Karena kami tak ingin rakyat kecil di desa2 atau nelayan di laut, berhasil Anda provokasi dengan isu2 murahan dan fitnah kepada Jokowi

Itu!!

Sumber : facebook Damar Wicaksono

Monday, June 11, 2018 - 09:45
Kategori Rubrik: