Oknum Paspampres Bawa Narkoba Bakal Dicopot

 

REDAKSIINDONESIA - Prajurit Satu Frestian Ardha Pranata (Pratu FAP) yang menjabat sebagai Tamtama Pengawal Bermotor di Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan, Paspampres, tertangkap di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, tadi pagi (Senin 11 Jan 2016), pada jam 04.38 WIB, karena kedapatan membawa 0,35 gram sabu dan 1/2 butir pil ekstasi.

Komandan Paspampres Mayjen TNI Andika Perkasa mendorong agar oknum Paspampres itu segera diproses secara hukum.

Ketika tertangkap, Pratu FAP tengah melewati Security Door bandara, dalam proses menuju ruang tunggu keberangkatan penerbangan GA 181 tujuan Medan-Jakarta. Sampai dengan saat ini yang bersangkutan masih diperiksa oleh Detasemen Polisi Militer I/1 Pematang Siantar, Sumatera Utara (bagian dari Polisi Militer Kodam 1 Bukit Barisan).

Pratu FAP berangkat ke Medan kemarin (Minggu, 10 Jan 2016) menggunakan penerbangan pertama dan berencana kembali ke Jakarta pagi tadi. Kepergian Pratu FAP ke Medan tersebut tanpa sepengetahuan/izin dari satuan-nya.

Komandan Paspampres juga mengusulkan kepada aparat Hukum yang memproses kasusnya (Polisi Militer Kodam 1, Oditur Militer & Pengadilan Militer) untuk memberikan hukuman tambahan berupa Pemberhentian Dinas Keprajuritan dengan tidak hormat.

Mendapat kabar demikian, pihak Istana Negara langsung merespons. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan telah menerima laporan penangkapan tersebut. Ditegaskan Pramono, siapa pun yang tertangkap berkaitan dengan narkotika, harus ditindak tegas.

"Kami sudah mendapatkan laporan terhadap hal tersebut di Kualanamu, Medan, Sumut," ujar Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (11/1/2016).

Pramono mengatakan, seharusnya anggota Paspampres memberikan contoh yang baik dan menjaga nama baik kesatuannya.

"Dan bagi siapa pun yang tertangkap, apalagi Paspampres adalah orang pasukan yang sangat terpilih. Mereka harusnya mempunyai keteguhan hati dan juga hal yang harus dijaga bagi korpsnya," kata Pramono.

"Maka dalam hal ini pemerintah secara khusus meminta kepada Dan Paspampres dan juga kepada POM TNI untuk yang seperti ini diberikan tindakan. Karena ini juga menjadi hal yang tidak baik dan menjadi contoh yang tidak baik," kata Pramono.

"Sekali lagi, kami sangat menyesalkan terjadinya hal itu pada Paspampres," tambah politisi PDIP ini.

Lalu, apakah oknum Paspampres itu akan dicopot?

"Kalau perlu dicopot," jawab Pramono.

 

Sumber: detik.com

 

Monday, January 11, 2016 - 20:30
Kategori Rubrik: