Oh.... Suamiku Poligami

Ilustrasi

Oleh : Agus Salim

04:00, terbangun subuh karena mendengar suara isak tangis perempuan, perlahan aku buka kedua mataku, aku dapati istriku tengah duduk meringkuk dan menangis, aku fikir ia baru mendengar kabar kematian orang dekat atau salah satu sanak saudaranya, aku dekati ia, aku dekap pundaknya
"Kenapa nangis mi?". Tanyaku seraya memeluknya
"Gak apa-apa kang, cuma mimpi buruk". Jawabnya seraya menyeka air matanya
"Mimpi buruk kok di tangisi, baca istighfar, mohon pada Allah agar mimpi itu tidak jadi kenyataan". Nasehatku.

Tetiba ia memelukku dengan erat, kemudian menciumi wajahku, kening, pipi, bibir semua di ciuminya, seperti baru berjumpa setelah lama berpisah, aku bertanya padanya penuh heran
"Kenapa toh mi? Tumben banget serangan fajar begini". Candaku
"Akang jangan tinggalin nok ya?". Pintanya
"Tinggalin ke mana? Kerja di malaysia itu cuma iseng saja cari pengalaman kok, sekarang yang penting kita sudah kumpul lagi, susah senang kita jalani saja biduk rumah tangga ini". Kataku
"Tadi nok mimpi akang nikah lagi".

"Jlebbbb!!!". Seperti di panah tusuk sate jantungku, seperti di tikam tusuk gigi hatiku mendengar pengakuan lugu istriku, segera aku seka air matanya dan meyakinkannya
"Jika itu terjadi, bunuh saja aku, aku lebih ridho terbunuh sekejap daripada perlahan membunuhmu dengan nafsu berbungkus agama ( poligami )". 
Ia kemudian membenamkan wajahnya di dadaku, aku hadapkan wajahnya padaku, menyeka sisa air matanya, membelai rambutnya, aku ciumi seluruh wajahnya kebablasan hingga ke leher dan dada, istriku menghentikanku kemudian berkata
"Tiga hari lagi sucinya kang".

Atas peristiwa ini, akhirnya saya memutuskan mengundurkan diri untuk bersaing banyak-banyakan istri dengan ustadz arifin ilham, karena pria tampan itu bukan di ukur dengan seberapa banyak ia memiliki istri, namun seberapa kuat ia bertahan untuk setia dan menunggalkan istrinya hingga maut yang menceraikan.

Sumber : Status Facebook Agus Salim

Monday, October 9, 2017 - 22:15
Kategori Rubrik: