OECD Tempatkan Indonesia Top Rank Kepercayaan Rakyat Pada Pemerintah

Ilustrasi

RedaksiIndonesia-Dalam sebuah laporan Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), disebutkan telah menempatkan Indonesia pada peringkat pertama kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Peringkat itu diperoleh Indonesia dibawah pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Hal itu berdasarkan hasil survei Gallup World Poll (GWP). Survei Gallup menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat Indonesia kepada pemerintah semakin tinggi.  

Menteri Keuangan Sri Mulyani melaporkan hasil survei ini kepada Presiden Joko Widodo. "Memang benar bahwa Indonesia menduduki ranking pertama dalam hal 'trust and confidence in national government' berdasarkan data Gallup," ujar Sri (18/7).

Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dipengaruhi beberapa faktor diantaranya, masyarakat menganggap pemerintah dapat diandalkan, cepat, tanggap, adil serta mampu melindungi masyarakat dari risiko sekaligus memberikan pelayanan publik secara efektif.

Hasilnya, 80 persen responden menyatakan, pemerintah memenuhi hal itu seluruhnya.

Angka 80 persen ini meningkat 28 persen dibandingkan angka tingkat kepercayaan 10 tahun lalu, yakni 2007 yang hanya mencapai 52 persen.

Angka tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah itu cukup tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara maju yang tergabung dalam Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), seperti Amerika Serikat (30 persen), Inggris (31 persen), Jerman (55 persen), dan Perancis (28 persen).

Tidak hanya negara yang tergabung dalam OECD, negara yang tak tergabung di dalamnya juga masih di bawah Indonesia, yakni India (73 persen), Brazil (26 persen), dan Afrika Selatan (48 persen).

"Kepercayaan terhadap pemerintah ini adalah pendorong efektivitas pemerintah dan pembangunan ekonomi, serta merupakan ukuran dari hasil kebijakan pemerintah," ujar Sri.

"Kepercayaan terhadap pemerintah juga berhubungan kuat dengan dukungan masyarakat terhadap kepemimpinan negara mereka. Saat pemerintah dipandang memiliki integritas moral yang tinggi lebih banyak masyarakat percaya ke pemerintah," lanjut dia.

Artinya berbagai isu, polemik, berita maupun kabar peristiwa di media apalagi media sosial membuktikan tidak mempengaruhi masyarakat. Rakyat melihat presiden beserta jajarannya bekerja secara sungguh-sungguh meningkatkan kesejahteraan. Hanya segelintir saja pihak-pihak yang menganggap bahwa negara ini tidak beres dikelola.

Fitnah-fitnah kepada pemerintah yang dilancarkan lawan politik kepada presiden tidak berpengaruh pada apapun. Apalagi soal politik lokal, kinerja kepolisian, BNN atau unsur yang lain. Yang tidak difahami para pemfitnah adalah cara mereka melontarkan isu tidak difahami substansinya sehingga isu itu menguap begitu saja. Masyarakat makin tidak percaya terutama kepada anggota DPR apalagi lawan politik pemerintah yang sering melontarkan tudingan tanpa disertai bukti. Akibatnya fatal, mereka ditinggalkan oleh konstituennya.

Prosentase ini mampu dipertahankan oleh pemerintah dibandingkan saat Maret 2017, seperti dilakukan oleh Indobarometer. Waktu itu kepercayaan masyarakat kepada pemerintah sudah 80 persen.

 

Thursday, July 20, 2017 - 13:00
Kategori Rubrik: