Ocehan Kontras Soal Setoran Freddy Budiman ke BNN itu Sampah

Oleh: Arloren Antoni
 

Barusan saya baca, Freddy Budiman terpidana mati yang telah di eksekusi katanya “nitip pesan” pada HA (Harris Azhar) dari Kontras. Dan saat ini cuap-cuap yang katanya milik Freddy mengatakan bahwa sesungguhnya barang atau Ekstasi itu milik aparat Bea Cukai, BNN, Polisi dan lain lain. Freddy hanyalah pion. 
Membaca issue ini yang baru saja beredar sejak tadi malam, saya berani memastikan bahwa bacot HA ini hanyalah sekelas halusinasi tingkat acute dari seorang Harris Azhar orang Kontras. Saya tidak membela aparat Bea Cukai atau BNN. Sama sekali tidak….!!! Untuk apa saya membela aparat Bea Cukai atau aparat BNN. Ndak ada guna dan ndak ada untung buat saya. Saya ndak dapat duit kok dengan membela BNN atau Bea Cukai.

Selaku seorang Praktisi hukum, saya hanya ingin memberi edukasi soal Hukum pada kita semua bahwa cerita si HA ini TAK BISA SEDIKITPUN dipertanggung jawabkan. Menurut HA dia mendapat “curhat” dari Freddy ini tahun 2014 lalu. Kenapa tahun 2016 ini baru dibuka HA....?? malah setelah Freddy dieksekusi mati. Gimana caranya kita mengklarifikasi kebenaran cerita HA sementara Freddy sendiri telah dieksekusi. Jika HA membeberkan ke public sejak 2014 (dimana Jokowi juga jadi Presiden tahun 2014) maka Freddy akan bisa diminta kesaksiannya. Tapi kini orangnya udah mati.

Omongan si HA ini bisa menjadi omongan sangat bernilai tinggi, dan akan mampu menjungkalkan banyak Mafia Narkoba yang sangat dimusuhi Jokowi. Dimasa Jokowi inilah Mafia Narkoba tengkurap dan dihukum mati. Kenapa HA tidak membukanya tahun 2014 lalu…?? Padahal dia tau Jokowi jadi Presiden juga tahun 2014 dan paling Anti narkoba. Tapi HA tak membuka ke public. Malah sengaja dia mainkan skenario setelah Freddy mati.

Bacot si HA dari Kontras ini tak lain hanya omongan sekelas sampah. Saya juga bisa bilang:
“Freddy pernah cerita ke saya bahwa tahun 2014 lalu ia nitip Narkoba jenis Ekstasi ke Haris senilai Rp 5 Milyar”.

Ada yang gak percaya…?? Tanya aja pada Freddy yang telah mati itu.

 

(Sumber: Status Facebook Arloren Antoni)

Saturday, July 30, 2016 - 09:15
Kategori Rubrik: