Obrolan (Imajiner) Bersama Bang Rhoma tentang Politik Indonesia

Ilustrasi

Oleh : Fadly Abu Zayyan

Seorang hater sedang berkonsultasi dengan Psikiater:

"Rasanya hati saya sekarang lelah.."

"Bisa anda ceritakan apa masalahnya?"

"Saya terlalu sering sakit hati!"

"Konkritnya seperti apa?"

"Jokowi berhasil membangun Infrastruktur, saya sakit hati. Jokowi dielu-elukan dan dipeluk rakyatnya, saya sakit hati. Jokowi semakin dekat Ulama dan tokoh lintas Agama, saya sakit hati. Jokowi bisa merebut Freeport kembali, saya sakit hati. Jokowi berhasil mengembalikan penguatan Rupiah, saya sakit hati. Jokowi jadi sorotan dan pujian Internasional, saya sakit hati. Jokowi mencetak sejarah penerimaan negara tertinggi, saya sakit hati. Elektabilitasnya semakin tak terbendung, saya tambah sakit hati. Apalagi setelah tahu Prabowo sering melakukan "Blunder Politik", dan njeketek ternyata dia juga "Timses"nya Jokowi. Semakin sakiiiiiit hati ini!"

"Saya turut prihatin. Ya sudah, anda move on saja. Kalau perlu hindari bicara politik."

"Tapi saya masih ingin eksis, terutama di medsos. Dan saya ingin terlihat sebagai orang pintar dan peduli terhadap Bangsa dan Negara ini."

"Ya sudah, coba ganti nuansa. Yang biasanya postingan anda selama ini bernuansa ujaran kebencian, hoax, dan fitnah, coba anda hentikan dan ganti dengan seruan perdamaian, stop saling hujat dan pertikaian, utamakan Keutuhan Bangsa dan sebagainya."

"Berarti saya mendadak harus jadi bijaksana? Saya yang memulai dan saya yang harus mengakhiri?"

"Betul sekali. Kau yang memulai, kau yang mengakhiri. Seperti lirik lagunya Bang Rhoma."

"Saran yang bagus! Akan segera saya lakukan. Meskipun..."

"Meskipun apa?"

"Meskipun agak aneh bagi saya!"

"Iya sih?!"

"Jika saya lakukan perubahan drastis itu, apakah nanti tidak membuat hati saya akan semakin lelah? Tidak semudah itu Ferguso!"

"Ternyata saya juga lelah menghadapi orang seperti anda. Cukup Rudolfo!"

*FAZ*

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

Monday, December 10, 2018 - 10:15
Kategori Rubrik: