Obat Virus Corona

ilustrasi

Oleh : Harun Iskandar

Cerita Pertama :
Amerika, China, Israel, Jerman, klaim telah temukan vaksin Corona. Vaksin Resemdivir milik sebuah perusahaan farmasi Amerika, Gilead, punya' sifat seperti perangi sakit 'malaria'.

Sekedar catatan vaksin Resemdivir, tidak ampuh saat dipakai untuk perangi 'Ebola' ketika penyakit yang juga disebabkan oleh virus itu melanda Afrika . . .

Cerita Ke-Dua :
Presiden Amerika Serikat, Trump, ijinkan untuk mulai pakai 'obat' yang biasanya digunakan pada pasien 'Malaria'.

Kami akan membuat obat ini segera bisa dipakai. Itu hasil kinerja FDA, Badan Pengawas Obat dan Makanan, yang sangat baik. Ujar Trump sebelumnya . . .

Cerita Ke-Tiga :
Kandungan kimia utama obat malaria adalah 'Chloroquino Phosphate'. Zat kimia ini ada dalam tanaman kina. Yang dulu sangat populer di negeri kita.

Cerita Ke-Empat :
Berita 'Chloroquino Phosphat' sebagai obat lawan virus Corona, bukan hoax. Tapi lebih ke mis-informasi.

Itu kata Dokter Erlina Burhan, anggota Satuan Gugus Tugas Penanganan Wabah Corona di Indonesia.

Penyembuhan pasien virus Corona di Wuhan, kata Dokter Erlina lebih lanjut, dipakai vaksin yang untuk HIV, atau Flu Burung, kombinasi dengan 'Chloroquino Phosphat' . . .

Cerita ke-Lima :
Konon telah ada 100 pasien Corona Wuhan tersembuhkan oleh 'obat' itu. Seorang 'Periset' dari Universitas Pajajaran, Bandung, benarkan jika 'Kina' ampuh untuk malaria juga Corona. Demikian harian Pikiran Rakyat, memberitakan tanggal 16 Maret 2020 lalu . . .

Cerita ke-Enam :
Nama obat malaria di pasaran, Quinine Sulfat, Tablet Kina, Quinine Dyhidrochloride, Quinine.

Untuk pakai 'mungkin' harus dengan resep dokter. Nurut penelitian ada efek samping pada janin pada binatang percobaan. Namun belum ada hasil penelitian pada manusia.

Hati2 pada yang punya penyakit liver, ginjal, atau jantung. Jangan merokok karena kurangi efektivitas kinerja obat. Suka bikin ngantuk juga.

Konon obat ini susah dicari di pasaran. Karena sudah 'old' mungkin . . .

Cerita ke-Tujuh :
Ada beberapa tanaman selain kina untuk melawan malaria. Telah lama dikenal. Daun pepaya, daun sirsak, brotowali, sambiloto, kulit pohon pule, dan lain-lain . . .

Jamu 'Jokowi', campuran sereh, temulawak, jahe, kunyit, yang direbus jadi satu, bukan obat ? Tentu bukan. Presiden juga katakan begitu. Cuma 'jamu' itu ampuh untuk jaga stamina. Dan stamina yang bagus sebabkan virus Corona sulit 'masuk' ke tubuh kita . . .

Resume :
Tetap rajin cuci tangan dengan sabun sukur2 jika tambah hand-sanitizer. Sukur2 ? Iya. Karena sabun punya sifat 'surfactan', mengurangi tegangan permukaan air. Jadi seperti nyuci baju, kotoran atau virus bisa terlepas dari anggota tubuh kita . . .

Jaga jarak juga penting. Siapa tahu orang yang sedang ada didekat kita 'pembawa', carier, virus Corona. Dan 'pembawa' itu ndak harus orang yang kelihatan sakit. Makanya hati2 . . .

Rajin minum air putih. Usahakan jangan yang dingin . . .

Ndak ada salahnya juga pakai 'obat' malaria herbal yang biasa kita pakai turun-temurun. Pakai yang mudah ditemukan saja. Seperti daun pepaya, sambiloto, daun sirsak, dan lain-lain . . .

Ada yang direbus ada yang cukup tambah air lalu diperas.

Atau jika ke pasar beli jamu gendong. Ketika minum jamu Beras Kencur atau Kunyit Asam, minta campur jamu 'Paitan'. Jamu ini memang terasa pahit, karena bahan sambiloto dan atau brotowali . . .

Manjur bagi Virus Corona ? Jangan tanya saya. Belum punya jawabannya. Ķarena saya bukan ahli Farmasi atau Dokter, hanya Sarjana Teknik Kimia.

Cuma sebagai catatan saja, saya lebih dari 25 tahun tak pernah ke dokter untuk berobat. Kecuali ke dokter mata dan gigi.

Ambeien, Asam Urat, Asam lambung, pernah saya 'sembuh'-kan sendiri . . .

Saya rajin makan salad, minum VCO, minyak Zaitun, dan Cuka Apel. Minum teh hitam, jamu atau wedang uwuh buatan sendiri, minum kopi pahit.

Sayangnya, masih saja makan nasi putih, rajin makan Sate, Rujak Cingur, bahkan emping Mlinjo dan Durian. Namun tetap ketat kontrol konsumsi gula . . .

Tak ada salahnya mencoba-coba. Saya juga acap lakukan itu. Herbal jika tidak berlebihan relatif tidak berefek samping. Nurut saya . . .

Teori Statitik biasa. Makin banyak yang kita lempar, makin besar peluang untuk kena sasaran. Sunatullah.

Kita lakukan dengan tekun dan keras, sisanya biar jadi urusan Allah.

Bismillah mawon . . .

Sumber : Status Facebook Harun Iskandar

Saturday, March 21, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: