Nyunat

ilustrasi

Oleh : Budi Santoso Purwokartiko

Pernah ada saudara yg hidup berkecukupan. Tapi lalu susah krn anak2nya kena narkoba dan juga nggak dapat kerja yg memadai. Kami pun sepakat iuran sekedar membantu. Uang saya titipkan lewat adik kandungnya karena dia yg saya temui. Yang bersangkutan tinggal beda kota. Tapi sering pulang ketemu adik2nya.

Kami lega bisa membantu meski tidak utk jangka panjang. Setelah itu tentu wajar saya menunggu ada kabar dari ybs. Tetapi kabar tidak segera datang. Saya akhirnya bertanya apakah uang sudah diterima. SMS nggak segera dibalas. Beberapa lama dibalas dengan respon yg biasa. Padahal kami mengira dia yg sedang kepepet pasti akan sangat happy terima bantuan.

Lalu akhirnya dia bilang terima kasih.

Saya jadi penasaran dan bertanya berapa uang yg dia terima. Ternyata uang yg diterima kira2 cuma separuhnya. Saya berkesimpulan uang disunat adik yg saya titipi.

Saya shock dan marah. Karena adik yg saya titipi itu hidupnya berkecukupan. Kok tega nyunat uang utk kakaknya sendiri yg sedang susah. Gimana sama orang lain ya kalau sama saudara kandung saja tega.
Saya pikir2 hobi nyunat atau mental korup tdk disebabkan oleh kesulitan hidup.

Kalau memang mental korup, sdh cukup pun tetap suka nyunat yg bukan haknya. Tentu banyak penyunatan dalam bentuknya yg lain. Tapi intinya ya sama nyolong.

Sumber : Status facebook Budi Santoso Purwokartiko

Sunday, July 26, 2020 - 17:30
Kategori Rubrik: