Nusantara Indonesia Bukan Tanah Arab

Oleh: Ioanes Rakhmat

 

Islam Indonesia harus bergerak jauh lebih maju dari Islam asli tanah Arab. Bumi nusantara yang kita cintai beda dari tanah Arab. Cara berpikir dan berbudaya nusantara Indonesia beda dari cara berpikir dan berbudaya orang Arab. Imajinasi dan kreativitas berpikir bangsa Indonesia harus beda dari imajinasi dan kreativitas berpikir orang Arab yang hidup kebanyakan di gurun. Imajinasi dan kreativitas berpikir bangsa Indonesia dan khususnya umat Muslim Indonesia harus dipandu oleh ilmu pengetahuan, bukan oleh gelora seksual.

Jika kita memakai model peringkat perkembangan kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow, bangsa Indonesia, Muslim dan bukan Muslim, harus sudah beranjak dari kebutuhan taraf-taraf bawah (kebutuhan seks, misalnya) lalu masuk ke kebutuhan-kebutuhan yang jauh lebih tinggi, yakni kebutuhan mengaktualisasi diri dan mencapai taraf kemanusiaan yang makin agung dan adiinsani, ya antara lain lewat pengabdian di dunia sains dan teknologi dan kemanusiaan sejagat.

Saat taraf-taraf kebutuhan agung ini kita capai, jalan menuju Tuhan yang mahatahu dan mahapengasih terbuka lebar untuk bangsa Indonesia. Islam Indonesia akan menjadi Islam yang ramah, Islam yang damai, Islam yang penuh cinta, Islam yang gembira, Islam nusantara. Yaitu Islam mendiang Gus Dur. Islam Gus Mus. Islam gerakan Gusdurian. Islam Neng Dara Affiah. Islam Rabiah al-Adawiyyah. Dan.... Islam Presiden kita, Presiden Joko Widodo.

Keramahan, kedamaian lahir-batin, kasih sayang, kegembiraan, perasaan yang relaks, telah terbukti membuat umur bertambah panjang, kecerdasan meningkat, peradaban makin maju, dan rasa kemanusiaan kita makin diperdalam. Mari kita semua, Muslim dan bukan Muslim, maju dan berkembang ke sana.

=====

N.B. Orang yang tahu konteks sospol dan keamanan domestik NKRI sekarang dan yang mau berpikir cerdas dan tahu betapa rawannya aksi teror di negeri ini akan paham bahwa tujuan note saya itu adalah menolak Arabisasi menyeluruh Indonesia, termasuk menolak sumber-sumber asal pembenihan dan kelahiran aksi teror yg didorong ideologi seks padang gurun: para teroris yang mati bunuh diri dengan bom bunuh diri atau ditembak tanpa ampun oleh Densus 88 akan diberi hadiah kenikmatan seks tanpa batas di alam gaib. Itu konteks real tulisan ini. Cukup sekali saya katakan ya.

Jakarta, 29.01.16

(Sumber: Facebook Ioanes Rakhmat)

Tuesday, March 1, 2016 - 21:15
Kategori Rubrik: