Nur Sugik

Oleh: Denny Siregar
Fenomena Nur Sugik, ulama dadakan, beberapa tahun ini jadi masalah buat kita.
Mantan pemain debus dan penjual softex ini, namanya melejit karena media sosial seperti youtube. Tanpa youtube dia bukan apa2. Disanalah dia menemukan mata pencahariannya, setelah puluhan tahun hidup susah karena jalanan sudah tidak bisa lagi ngasih dia makan.
 
Nur Sugik lumayan pintar. Dia tau orang Indonesia ini banyak yang buta kalau sudah bicara agama. Dia mendandani dirinya dgn baju agama, yang jadi penegas citranya. Orangpun manut2, nyangka dia ulama beneran.
Untuk membedakan dgn ulama dadakan lainnya yang dr jalur mualaf spt Yahya Waloni dan Steven, dia lalu mencari ciri khasnya dgn kata2 "jancuk, dobol, matamu picek" yang membuatnya jadi terkenal.
Dari sini kita bisa lihat, Nur Sugik adalah seorang marketer handal karena ngerti istilah differensiasi. Gelar "Gus" dia tambahkan, supaya tambah menjual.
Laku ? Wah, sangat..
Dikalangan Kpokers ( maksudnya Kadrun Pekokers ) Sugik dipuja2 ibarat wajah baru di dunia entertain agama. Mulailah dia dapat amplop ceramah dimana2. Penghasilannya jauh lebih tinggi daripada saat jual obat dipinggir jalan. Belum lagi dr sponsor dan iklan. Diapun jadi kaya raya.
Untuk menaikkan harganya, dia lalu memaki2 Jokowi. Karena tau, amplopnya dobel kalau berani memaki. Dan sambutannya juga luar biasa.
Tapi ya, ketenaran ada juga resikonya. Dia kesandung waktu menyerempet NU yang sebenarnya sudah lama kesal dgn dia. Dan sekali kepleset, ramai2 orang NU melaporkan dia. Dan nginaplah dia di sel, bersama para napi yang tersenyum ketika dia masuk pertama kali, "Wah, barang baru nih. Pasti masih rapet.." Mungkin maksud napi itu, keteknya yang masih rapet.
Sugik Nur gak salah sebenarnya. Dia hanya jualan dan kebetulan ada pembelinya. Kalau menurut ilmu marketing, ada supply ada demand. Klop dah. Coba umat beragama cerdas2, jualan model Sugik ini pasti gak laku.
Ini memang PR besar buat kita. Tanpa ada sertifikasi ustad, maka semua orang bisa mendadak jadi pengajar agama. Bahkan mualaf, yang harusnya masih belajar, sudah bisa ngajar disana. Modalnya ? Cukup caci maki agama sebelumnya.
Tambah lagi, ada artis yang dulu teteknya keliatan kemana2, namanya FV. Baru aja pake kerudung, udah kasih fatwa maulidan bukan ajaran Islam. Dahsyat memang. Itu belum dulu ada ABG, kasi ceramah di tivi nasional bilang di surga itu ada pesta seks.
Selama tidak ada pengawasan ketat terhadap siapa yang boleh kasih ceramah agama dalam bentuk sertifikat, orang seperti Sugik ini akan tetap ada. Selama NU dan Muhammadiyah tetap membawa ego komunitasnya dgn tidak bersatu demi sertifikasi ini dibawah Kemenag supaya umat terlindungi, orang seperti Sugik Nur ini akan merajalela.
Lha, kulkas aja ada sertifikasinya. Masak ustad ngga ?
Saya jadi berimajinasi, malam hari disaat semua penghuni sel tidur, di salah satu sel terdengar desahan2 kenikmatan..
"Assssuuu... Dobolllllsss.. Uenakeee.. Matamu picekkkssss..."
Seruputt, Gik..
(Sumber: Facebook Denny Siregar)
Saturday, October 31, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: