Numpang Kencing Di Masjid

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat Lc MA

Perjalanan luar kota naik mobil biasanya kita mampir di masjid. Bukan untuk shalat tapi (maaf) buat kencing.

Seandainya terjadi di zaman kenabian, pasti sudah digebukin orang, kayak kisah Arab dusun yang pernah kencing di masjid itu. Untung saja ada Nabi SAW saat itu yang melindunginya.

Pertanyaannya : Apa hukum kencing di masjid?

Jawabannya tergantung di masa kapan? Kalau di masa kenabian, pasti haram. Jangankan kencing, masuk masjid habis makan makanan yang berbau tak sedap pun sudah dilarang.

Tapi kalau kencing di masjid pada zaman sekarang, kenapa jadi boleh? Jawabnya sangat teknis sekali.

Karena di masa kenabian belum dikenal WC. Jadi kalau buang air di masjid, sama saja dengan mengotori masjid.

Tapi sejak ada WC yang tertutup dan terawat, tidak mengapa buang hajat di WC masjid. Toh pembuangan limbah WC itu tidak mencemari lingkungan. Karena disalurkan ke septiktank.

Selain itu posisi WC biasanya di luar arena shalat, bersih, tertutup, steril dan terhindar dari bau tidak sedap, karena terawat dengan baik.

Sehingga keberadaan WC sama sekali tidak mengganggu shalat dan aktifitas masjid, bahkan justru amat dibutuhkan. Justru kita kesulitan di hari ini mencari masjid yang tidak ada WC-nya.

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Saturday, August 3, 2019 - 10:15
Kategori Rubrik: