NU Mendapat Tempat Di Jaman Jokowi

Ilustrasi

Oleh : Lutfi Bakhtiyar

Bukan langkah maju, dibilang mundur ya mundur.

Tetapi setidaknya Jokowi sukses memetakan politik secara jelas, bahwa bukan pemberontakan militer yang harus ditakuti tetapi politik sara yang harus dihindari.

Coba sekarang sampeyan ngeledek Jokowi- Ki Maruf, kalau emang mau di sliding Banser !

Dibilang political identity, ya emang iya. Indonesia harus mempertegas identitas bangsa sebagai penganut Islam Nusantara. Islam yang memperkaya kearifan Nusantara. Masa kalah dengan umat Hindu yang bangga sebagai Hindu Bali.

Terus nanti Indonesia jadi sekterian dong ?

Lambemu itu yang sekterian. Lha wong Indonesia itu 100 % muslim. Lebaran ya pada lebaran, halal-bi halal barengan. Non Muslim itu kalau bilang Assalamuaikum, Insya Allah dsb lebih fasih dari pada antum.

Tapi yaitu, tempat ibadahnya beda-beda. Ada yang ke Mesjid-Gereja-Wihara dsb, tergantung janjian sama Tuhannya di mana.

Yang paling serem paling pas debat Capres-cawapres.

Siapa yang berani pecicilan ke Ki Maruf Amin? Kalau sampai beliau kena serangan jantung kelar idup Ente!

Pencawapresan Ki Maruf Amin, memang langkah mundur, ancang-ancang untuk melompat jauh ke depan menuju baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr, negeri yang adil-makmur sejahtera dan penuh ampunan-Nya. Amin Ya Rabbal Alamin.

Sumber : Status Facebook Lutfi Bakhtiyar

Friday, August 10, 2018 - 01:45
Kategori Rubrik: