NU Mau Boikot tak Koar-Koar

ilustrasi
Oleh : Han Dyani
Berdasarkan data, jumlah warga/pengikut NU itu ada sekitar 51 juta orang.
Jauuuh lebih banyak dari yang mengaku pengikutnya berjumlah 7 juta orang.
Tapi kita ga pernah melihat NU mengerahkan massanya untuk menekan pemerintah.
Ga pernah kita lihat warga NU beringas merusak dan membakar fasilitas umum.
Ga pernah NU 'pamer' jumlah pengikut dengan demo berjilid2 yang ga penting.
Padahal kalo NU mau mengerahkan pengikutnya, yakinlah bukan hanya Monas dan sekitarnya saja yang penuh sesak, bahkan jalan2 di Jakarta pun bakal dipenuhi oleh mereka.
Warga/pengikut NU pun rata2 kalm, sederhana, ga banyak gaya apalagi caci maki sambil teriak2 takbir.
Kenapa?
Karena itulah yang dicontohkan oleh para ulama dan kyai NU.
Beliau2 orang2 yang sederhana dan santun dalam sikap dan ucapan, dan itulah yang diteladani oleh para pengikutnya.
Tidak pernah aku lihat ada ulama/kyai NU yang pamer rumah dan mobil mewah apalagi bergaya dengan muka songong diatas moge.
Setiap kali ceramah atau khotbah, ulama/ kyai NU selalu dengan kalimat2 santun, suara yang lembut menyentuh kalbu.
Beda banget dengan uulamaan dan uustadan bani Monas yang sering bangga memamerkan rumah dan mobil mewahnya.
Bergaya arogan diatas mogenya.
Setiap kali ceramah atau orasi ga ketinggalan caci maki, menghujat bahkan melaknat dengan suara keras membakar emosi dan membangkitkan ego, tapi teteep diiringi takbir biar kliatan agamis.
Dan seperti itu juga para pengikutnya, arogan dan berangasan.
Makin kliatan kan bedanya mana yang benar2 menyebarkan agama dengan cara yang benar, dan mana yang menyebarkan agama dengan cara barbar.
Sumber : Status Facebook Han Dyani
Thursday, December 17, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: