NU, Gus Sholah dan Klaim Orang HTI

ilustrasi

Oleh : Ainur Rofiq Al Amin

Karena hari ini saya dijapri beberapa orang terkait dengan polah HTI, maka saya perlu melakukan kontranarasi. Kita tidak bisa diam, karena polah mereka diviralkan di medsos.

Orang HTI ini mengklaim bahwa orang yang mengaku NU tapi anti dengan negara Islam, dia adalah orang NU yang tidak bersanad kepada Kiai Hasyim Asy’ari, tapi hanya kepada Gus Dur. Lalu orang HTI ini menambahi bahwa Gus Sholah saja juga mengakui NU dulu demikian.

Saya tidak tahu kapan pidato itu, tapi yang jelas baru menyebar. Lalu bagaimana sebenarnya? Kalau orang HTI ini membaca sejarah NU dengan jeli dan tidak manipulatif, yang pernah dilakukan tokoh NU adalah:

1. Terlibat dalam perumusan Piagam Jakarta dan juga ikut menyetujui perubahan redaksi Piagam Jakarta (baca artikel di Jawa Pos 3 Januari 2020 “Peran Transformatif Gen Z Kemenag). Ingat ya, saat perumusan dan perubahan redaksi Piagam Jakarta, KH. Hasyim Asy’ari masih sugeng (hidup).

2. Dalam sidang Konstituante, tokoh NU pengganti KH. Hasyim Asy'ari, yakni KH. Wahab Chasbullah pernah memperjuangkan tentang Islam sebagai asas atau dasar negara (bukan negara Islam atau daulah Islam) dengan tetap menerima NKRI dan Pancasila. Namun usaha itu mentok hingga Bung Karno mengeluarkan Dekrit Presiden tahun 1959. Dan akhirnya NU menyetujui kembali ke UUD 1945 dengan Piagam Jakarta tetap menjiwai UUD 1945. KH Wahab Chasbullah yang wafat tahun 1971 tidak pernah mengotak atik lagi masalah di atas (baca buku Tambakberas: Menelisik Sejarah, Memetik Uswah).

3. Faktanya, dalam sejarahnya, NU justeru menolak Negara Islam dan bahkan KH. Wahab Chasbullah membughotkan Kartosuwiryo. Lalu bagaimana kok ada isu NU "nyidam" Negara Islam?

4. Gus Sholah dalam video tidak berucap NU mau mendirikan Negara Islam. Lebih jelas lagi dalam endorsement di buku saya, Gus Sholah berkata, “"NU, Muhammadiyah, PSII dan lainnya yang tergabung dalam Partai Masyumi pada 1945 memang ingin Negara RI berdasar Islam, tapi bukan khilafah. Demikian pula pada waktu sidang Konstituante.” Jelaskan bukan daulah Islam (negara Islam) tapi berasas Islam.

5. Selanjutnya masalah Piagam Jakarta menjiwai UUD 1945 itu saat ini sudah diterjemahkan para tokoh bangsa baik dari NU, MD dan yang lain yang wujudnya ada UU berbasis syariah. Kata KH Ma'ruf Amin,
“Sudah banyak UU bermuatan syariah yang disahkan. Ada UU Haji, UU Wakaf, UU Zakat, UU Perkawinan, UU Perbankan Syariah, UU yang memayungi Asuransi Syariah, Pasar Modal Syariah, UU Surat Berharga Syariah Negara, UU Jaminan Produk Halal, dan sebagainya,”

Sumber : Status Facebook Ainur Rofiq Al Amin

Thursday, February 13, 2020 - 08:45
Kategori Rubrik: